Duel Inggris vs Portugal bisa disebut sebagai duel Inggris vs Scolari. Jika dalam dua pertemuan sebelumnya Inggris dikalahkan Scolari, pada duel kali ini, posisi Inggris lebih baik. Scolari tidak bisa memainkan Deco dan Costinha, dua pemain andalan di lini tengah. Solusinya, mungkin Scolari akan memainkan Simao Sabrosa di sayap dan memindahkan Luis Figo ke tengah.
Lini tengah Inggris cukup solid apalagi jika Frank Lampard sembuh pada waktunya sehingga bisa kembali berduet dengan Gerrard. Masalah bagi Eriksson tetap ada di lini depan yang defisit pemain. Tak ada pilihan, Eriksson tetap akan menempatkan Rooney di depan sendirian dengan skema 4-5-1 atau 4-1-4-1 dengan menurunkan gelandang bertahan di depan lini belakang. Posisi ini agaknya akan diisi Owen Hargreaves ketimbang Michael Carrick. Jika Gary Neville bisa bermain, Carrick akan kembali ke bangku cadangan. Neville yang berpengalaman diharapkan bisa menghadang laju Cristiano Ronaldo, jika pemain Portugal itu fit dan bisa bermain.
Kedua tim telah bertemu sebanyak 21 kali dan Inggris menang 9 kali dan seri 9 kali. Di ajang Piala Dunia, Inggris dan Portugal bertemu dua kali. Pertama di semifinal Piala Dunia 1966, yang kemudian dijuarai Inggris. Kedua, pada penyisihan Grup F Piala Dunia 1986. Portugal tersingkir setelah kalah dua kali, salah satu kekalahan didapat dari Inggris.
Gaya skuad Inggris yang dipimpin Eriksson kali ini tidak berbeda jauh dari gaya skuad Inggris sebelumnya, termasuk saat dikalahkan Scolari. Leonardo, pemain Brasil Juara Piala Dunia 1994, menyatakan bahwa Inggris selalu bermain negatif. Melawan Portugal, kata Leonardo, Inggris perlu bermain lebih berenergi dan menghilangkan rasa takut. "Mereka perlu mengambil risiko dan menunjukkan rasa percay