KPU dan TNI Godok Masalah Distribusi Logistik

Pembahasan MoU antara KPU dan TNI lebih kepada dukungan dalam distribusi logistik pemilu ke kabupaten/kota.

oleh Widji Ananta diperbarui 25 Mar 2014, 06:36 WIB
Logistik jenis surat suara DPD tiba di kantor KPU Kota Malang sejak 6 hari yang lalu. Sebanyak 150 orang dipekerjakan untuk sortasi.

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang menggodok nota kesepahaman (MoU) dengan TNI dalam hal pengamanan distribusi logistik pemilu ke setiap kabupaten/kota. Pertemuan ini pun dilakukan secara tertutup.

Hal ini dikatakan Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah kepada Liputan6.com melalui pesan singkatnya di Jakarta, Senin (24/3/2014) malam.

"Pembahasan MoU dengan TNI itu lebih kepada dukungan dalam distribusi logistik ke kabupaten/kota. Dalam negerilah," ujar Ferry.

Namun, Ferry mengatakan hingga saat ini belum ada penandatanganan nota kesepahaman antara KPU dan TNI. Ia menambahkan, karena sifatnya saat ini masih pembahasan mencari solusi dalam mengamankan pengiriman logistik KPU.

"Masih pembahasan Mou-nya. Belum ada penandatanganan," jelas Ferry.

Seperti diketahui, pengiriman surat suara ke kabupaten dan kota setiap provinsi masih mengalami kendala. Seperti surat suara rusak dan bahkan hilang. Namun, KPU mengatakan, persoalan tersebut sudah ditindaklanjuti dengan produksi ulang.

Baca juga:

Jelang Pemilu, Sejumlah Logistik Rusak di Sejumlah Daerah
[VIDEO] Surat Suara di Kebumen Rusak Akibat Gudang Bocor
KPU Bogor Bakar Ribuan Surat Suara Rusak

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya