Liputan6.com, Tangerang Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik beberapa hari lalu menggambarkan apabila dalam kondisi saat ini tidak ada penambahan pembangkit listrik, Pulau Jawa akan mengalami krisis listrik empat tahun ke depan.
Menanggapi hal itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengungkapkan hal itu harus segera diimbangi dengan realisasi pembangunan pembangkit listrik di beberapa wilayah.
"Jangan begitulah, kita masih punya waktu, tapi harus segara, segera putuskan," kata Dahlan di kantor pusat Angkasa Pura II, Tangerang, Kamis (6/3/2014).
Secara rasional, Dahlan mengaku siap mendukung pembangunan beberapa pembangkit listrik dibeberapa wilayah Pulau Jawa dan sekitarnya melalui perusahaan-perusahaan BUMN.
"Oleh itu saya setuju KBN (PT Kawasan Berikat Nusantara) bangun listrik sendiri, saya setuju, karena baban listrik paling tinggi di Jakarta dan sekitarnya, itu nanti akan membantu," kata Dahlan.
Di sisi lain, diketahui sebelumnya Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo menyatakan program kelistrikan juga harus terus didorong untuk mengurangi krisis listrik di Indonesia.
Sejumlah proyek kelistrikan yang dibangun merupakan program jangka panjang yang hasilnya baru bisa dinikmati antara lima hingga enam tahun kedepan. Untuk itu pemerintah harus mendorong pemenuhan kebutuhan listrik dalam waktu singkat.
Susilo menuding, krisis listrik yang terjadi di Sumatera Utara beberapa waktu lalu merupakan imbas dari kebijakan lima hingga enam tahun lalu. Di wilayah ini, persoalan pembangkit listrik memang rawan terjadi.
Advertisement