Induk organisasi sepak bola dunia, FIFA, akhirnya menjatuhkan hukuman untuk tim Turki dan Swiss yang terlibat kerusuhan pada saat dilangsungkannya babak play-off antara kedua kesebelasan itu di Istanbul. Kerusuhan itu terjadi seusai pertandingan leg kedua babak play-off Piala Dunia yang dimenangi Turki dengan skor 4-2.
Meski meraih kemenangan dalam pertandingan yang dilangsungkan pada pertengahan bulan November 2005 itu, Turki gagal melaju ke putaran final Piala Dunia. Sebab, Swiss diuntungkan oleh keberhasilan mereka mencetak gol di kandang lawan. Pada leg pertama, Swiss menang 2-0 atas Turki.
Hukuman yang dijatuhkan kepada pihak Turki tampak jauh lebih berat daripada yang diterima Swiss. Turki, misalnya, harus memainkan enam pertandingan kandangnya di tempat yang netral dan tanpa dihadiri penonton. Mereka juga didenda sebesar 88 ribu poundsterling.
Pemain Swiss, Benjamin Huggel, dan dua pemain Turki, Alpay Ozalan dan Emre Belozoglu, mendapat larangan bermain untuk enam pertandingan. Sedangkan seorang pemain Turki lainnya, Serkan Balci, mendapat hukuman berupa larangan bermain dalam dua pertandingan.
Sementara itu, asisten pelatih Turki, Mehmet Ozdilek, mendapat hukuman berupa larangan melakukan aktivitas di bidang sepak bola, baik di lingkungan federasi sepak bola Turki sendiri maupun yang dikelola FIFA, selama 12 bulan alias satu tahun. Ozdilek sendiri telah mengundurkan diri dari tim Turki tak lama setelah keributan itu terjadi.
Satu orang lagi yang mendapat hukuman adalah pelatih fisik tim Swiss, Stephan Meyer. Ia dilarang FIFA melakukan aktivitasnya untuk dua pertandingan yang diikuti oleh tim nasional Swiss.
(SH)
Advertisement