Liputan6.com, Makassar: Tak kurang dari 200 petani kapas di Desa Bontobireng Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini membakar tanaman kapas transgenik yang siap panen. Mereka menunjukkan ekspresi kekecewaan terhadap PT Monsanto dan PT Branita Sandini. Dua pemasok bibit kapas transgenik itu menjanjikan panen kapas sebanyak 4 ton per hektare, padahal kenyataannya hasil panen tiap hektare hanya setengah ton.
Saat menggelar aksi, para petani mengusung sejumlah spanduk dan mengusung keranda mayat yang berisi patung kapas sebagai simbol kedua perusahaan itu. Setelah sampai di lahan kapas, mereka membakar patung dengan emosional bersama puluhan karung kapas transgenik. Para petani juga membabat habis 50 ha tanaman kapas.
M. Amir, pemilik lahan mengaku 150 ha tanaman kapas terserang hama jenis Empoasca. Penyakit tumbuhan itu mengakibatkan hasil kapas tidak bisa diolah karena menimbulkan alergi. Perusahaan Monsanto meragukan kapas yang dibakar adalah jenis transgenik. Mereka menduga aksi itu tidak berlangsung di lokasi transgenik, tapi melalui rekayasa dengan mengumpulkan kapas dan dibakar secara simbolis.(COK/Iwan Taruna)
Saat menggelar aksi, para petani mengusung sejumlah spanduk dan mengusung keranda mayat yang berisi patung kapas sebagai simbol kedua perusahaan itu. Setelah sampai di lahan kapas, mereka membakar patung dengan emosional bersama puluhan karung kapas transgenik. Para petani juga membabat habis 50 ha tanaman kapas.
M. Amir, pemilik lahan mengaku 150 ha tanaman kapas terserang hama jenis Empoasca. Penyakit tumbuhan itu mengakibatkan hasil kapas tidak bisa diolah karena menimbulkan alergi. Perusahaan Monsanto meragukan kapas yang dibakar adalah jenis transgenik. Mereka menduga aksi itu tidak berlangsung di lokasi transgenik, tapi melalui rekayasa dengan mengumpulkan kapas dan dibakar secara simbolis.(COK/Iwan Taruna)