Kekerasan Senioritas di SMA Terus Terjadi

Siswi kelas tiga terlibat adu fisik dengan siswi kelas satu. Kejadian tersebut terkem dalam kamera handphone. Kepala SMA Negeri 1 Gondang telah menjatuhi sanksi pada siswi tersebut.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Oktober 2008, 15:16 WIB
Liputan6.com, Tulungagung: Dunia pendidikan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tercoreng oleh sebuah rekaman kamera telepon seluler mengenai kekerasan di Sekolah Menengah Atas Negeri Satu Gondang. Rekaman itu menunjukkan sikap sewenang-wenang senior terhadap juniornya.

Kejadian tersebut berawal dari siswi kelas tiga dan dua yang terlibat adu mulut dengan siswi kelas satu karena dianggap memandangnya berlebihan. Tidak terima dengan sikap juniornya ini, siswi kelas tiga dan dua langsung menamparnya. Kekerasan tidak berhenti di situ, siswi kelas satu yang tidak terima melihat temannya ditampar berontak, namun senioritas kakaknya membuatnya tak berdaya.

Kepala SMAN 1 Gondang membenarkan kejadian yang melibatkan siswinya. Kejadian ini terjadi pada Rabu 15 Oktober lalu. Belakangan diketahui, siswi dalam rekaman itu adalah siswi kelas tiga, Trisil dan Diana, serta Jovita, Puput Nabila dan Laili, murid kelas dua. Korban lainnya adalah Dita Primadani siswi kelas satu.

Pihak sekolah mengaku kejadian itu hanya insidental, yaitu kekerasan yang dipicu oleh kesalahpahaman antara siswi kelas satu dan kelas tiga. Sebagai sanksi, Kepala Sekolah SMAN 1 Panut Adi Suwigj telah meminta pelaku membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Namun, pihak sekolah menyangkal kekerasan ini mengindikasikan adanya geng di kalangan siswi kelas tiga. Padahal dalam gambar yang terekam di kamera telepon seluler terlihat jelas telah terjadi intimidasi senior kepada juniornya.

Ada empat siswi yang pernah menjadi korban senioritas selama semester pertama tahun ini. Hanya saja, semua siswa sekolah menutup diri terhadap kasus tersebut.(UPI/Danang Sumirat)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya