Kondisi ini belum lama berjalan. Berawal delapan bulan lalu saat kampung mengikuti lomba kebersihan lingkungan tingkat rukun warga. Bertekad mengubah lingkungan jadi nyaman, warga membiasakan diri hidup bersih dan menghijaukan rumah mereka masing-masing.
Kini, menjaga lingkungan tetap asri telah jadi kebiasaan sehari-hari warga Gang Bhinneka. Tiap orang bukan hanya terbiasa membuang sampah pada tempatnya tetapi juga terbiasa memilah sampah.
Advertisement
Sampah kering plastik kemasan sabun cuci misalnya didaur ulang menjadi berbagai barang yang bahkan dapat dijual dengan harga sampai Rp 300 ribu per buah. Sementara sebagian sampah organik diubah menjadi kompos.
Warga Gang Bhinneka kini menunggu apakah berhasil jadi juara lomba kebersihan lingkungan tingkat provinsi. Namun kalah menang tidak lagi jadi masalah. Bagi warga lingkungan nyaman dan bersih sudah jadi hadiah tersendiri.(JUM/Riko Anggara dan Gatot Setiawan)