Liputan6.com, Jakarta: Lepasnya propinsi Timor Timur dari Indonesia setahun silam tak berarti sejarah bahwa Timtim pernah menjadi bagian dari Indonesia, bisa terabaikan. Gambaran itu tercermin dalam harapan dari sebagian besar pengunjung anjungan Timtim di Taman Mini Indonesia Indah yang mengharapkan agar anjungan itu tetap dipertahankan keberadaannya.
Anjungan Timtim adalah salah satu bagian dari berbagai anjungan di TMII yang menjadi miniatur dari seluruh provinsi di Indonesia. Miniatur rumah adat Timtim bernama Uma Lautem yang berukuran 12 x 12 meter persegi dan dilengkapi dengan gantungan-gantungan penolak bala. Pada bagian dalam rumah adat terdapat berbagai barang-barang khas Timtim yang sebagian dari barang ini masih terdapat barang yang masih asli dari Timtim, misalnya senjata perang Surik atau Obi, kain tenun Tais Feto dan Tais Mane.
Anjungan yang diresmikan 20 April 1980 kini dipertanyakan kembali keberadaannya setelah provinsi Timtim telah lepas dari Indonesia dan menjadi negara sendiri. Menurut data dari penanggung jawab anjungan Timtim, kebanyakan para pengunjung masih berharap agar anjungan ini tetap dipertahankan.
Mungkin sebagai anjungan tidak dapat dipertahankan. Sebab, Pemerintah Daerah Timtim yang menjadi sumber dana perawatan kini sudah tidak ada. Namun ada usulan agar anjungan Timtim ini diubah menjadi museum Timor Timur.(PIN/Olivia Rosalia dan Satya Pandia)
Anjungan Timtim adalah salah satu bagian dari berbagai anjungan di TMII yang menjadi miniatur dari seluruh provinsi di Indonesia. Miniatur rumah adat Timtim bernama Uma Lautem yang berukuran 12 x 12 meter persegi dan dilengkapi dengan gantungan-gantungan penolak bala. Pada bagian dalam rumah adat terdapat berbagai barang-barang khas Timtim yang sebagian dari barang ini masih terdapat barang yang masih asli dari Timtim, misalnya senjata perang Surik atau Obi, kain tenun Tais Feto dan Tais Mane.
Anjungan yang diresmikan 20 April 1980 kini dipertanyakan kembali keberadaannya setelah provinsi Timtim telah lepas dari Indonesia dan menjadi negara sendiri. Menurut data dari penanggung jawab anjungan Timtim, kebanyakan para pengunjung masih berharap agar anjungan ini tetap dipertahankan.
Mungkin sebagai anjungan tidak dapat dipertahankan. Sebab, Pemerintah Daerah Timtim yang menjadi sumber dana perawatan kini sudah tidak ada. Namun ada usulan agar anjungan Timtim ini diubah menjadi museum Timor Timur.(PIN/Olivia Rosalia dan Satya Pandia)