Liputan6.com, Tangerang: Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Serta Ginting, dipukul di bagian wajah di Terminal IV khusus pendataan dan pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten.
Saat aktivitas berlangsung, "Tiba-tiba ada orang yang memukul ke arah muka saya, " kata Serta Ginting kepada ANTARA di Tangerang, Rabu (14/5).
Ginting mengunjungi terminal IV TKI itu dalam suatu kunjungan kerja bersama rekan anggota DPR lain dari Komisi IX yang membidangi tenaga kerja dan kesehatan. Tindakan pemukulan itu terjadi saat dirinya bersama anggota DPR lain sedang melakukan perbincangan dengan beberapa TKI yang terlantar dan tidak dipulangkan ke daerah asal.
Dalam perbincangan itu, tiba-tiba ada oknum petugas di terminal menghampiri Ginting dan berupaya menonjok muka anggota DPR itu.
Ginting bertekad akan membicarakan adanya aksi premanisme di terminal IV itu di DPR dan meminta kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Suparno dan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), M. Djumhur Hidayat untuk bertanggung jawab dan meminta agar terminal tersebut dibenahi.(YUS/ANTARA)
Saat aktivitas berlangsung, "Tiba-tiba ada orang yang memukul ke arah muka saya, " kata Serta Ginting kepada ANTARA di Tangerang, Rabu (14/5).
Ginting mengunjungi terminal IV TKI itu dalam suatu kunjungan kerja bersama rekan anggota DPR lain dari Komisi IX yang membidangi tenaga kerja dan kesehatan. Tindakan pemukulan itu terjadi saat dirinya bersama anggota DPR lain sedang melakukan perbincangan dengan beberapa TKI yang terlantar dan tidak dipulangkan ke daerah asal.
Dalam perbincangan itu, tiba-tiba ada oknum petugas di terminal menghampiri Ginting dan berupaya menonjok muka anggota DPR itu.
Ginting bertekad akan membicarakan adanya aksi premanisme di terminal IV itu di DPR dan meminta kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Suparno dan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), M. Djumhur Hidayat untuk bertanggung jawab dan meminta agar terminal tersebut dibenahi.(YUS/ANTARA)