Liputan6.com, Lebak: Helikopter milik Kepolisian Daerah Banten mendarat darurat di tengah sawah di Kampung Pariuk, Desa Suka Mekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Rabu (19/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Dua awak helikopter, Inspektur Polisi Satu Ari dan mekanik Brigadir Polisi Dua Ade, selamat dalam peristiwa itu.
Ari mengatakan, helikopter terpaksa mendarat darurat karena cuaca buruk dan tidak memungkinkan untuk melanjutkan penerbangan. Selain karena hujan deras disertai petir, juga tiupan angin kencang. "Jika kami melanjutkan penerbangan kemungkinan besar dapat terjadi kecelakaan. Sebab helikopter sudah oleng diterpa angin kencang. Karena itu, kami lebih baik memutuskan mendarat darurat," kata dia.
Kepala Kepolisian Resort Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi Dwi Gunawan membenarkan tindakan pendaratan darurat helikopter yang dipiloti Iptu Air. Sebab hujan deras disertai angin kencang sudah menerjang kawasan Lebak sejak pukul 14.30 WIB dan sampai saat ini masih berlanjut. Meski demikian, pihaknya tetap memeriksa kedua awak Helikopter itu guna mengetahui apakah pendaratan darurat dilakukan akibat ada kerusakan suku cadang atau faktor cuaca.
Hasil pemeriksaan sementara, pendaratan darurat helikopter dengan nomor P 3011 Cakra Buana Samapta milik Polda Banten itu dilakukan akibat cuaca buruk. "Kami masih menyelidiki kasus pendaratan darurat helikopter ini," kata Dwi.
Sementara itu, sejumlah warga Desa Suka Mekarsari mengaku selama 15 menit melihat helikopter Polda Banten berputar-putar, bahkan sempat oleng. Tidak lama kemudian helikopter mendarat darurat di areal persawahan. "Saya melihat helikopter oleng diterpa angin kencang. Kemudian tidak lama mendarat di areal persawahan," kata Yati, salah seorang warga.(BOG/ANTARA)
Ari mengatakan, helikopter terpaksa mendarat darurat karena cuaca buruk dan tidak memungkinkan untuk melanjutkan penerbangan. Selain karena hujan deras disertai petir, juga tiupan angin kencang. "Jika kami melanjutkan penerbangan kemungkinan besar dapat terjadi kecelakaan. Sebab helikopter sudah oleng diterpa angin kencang. Karena itu, kami lebih baik memutuskan mendarat darurat," kata dia.
Kepala Kepolisian Resort Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi Dwi Gunawan membenarkan tindakan pendaratan darurat helikopter yang dipiloti Iptu Air. Sebab hujan deras disertai angin kencang sudah menerjang kawasan Lebak sejak pukul 14.30 WIB dan sampai saat ini masih berlanjut. Meski demikian, pihaknya tetap memeriksa kedua awak Helikopter itu guna mengetahui apakah pendaratan darurat dilakukan akibat ada kerusakan suku cadang atau faktor cuaca.
Hasil pemeriksaan sementara, pendaratan darurat helikopter dengan nomor P 3011 Cakra Buana Samapta milik Polda Banten itu dilakukan akibat cuaca buruk. "Kami masih menyelidiki kasus pendaratan darurat helikopter ini," kata Dwi.
Sementara itu, sejumlah warga Desa Suka Mekarsari mengaku selama 15 menit melihat helikopter Polda Banten berputar-putar, bahkan sempat oleng. Tidak lama kemudian helikopter mendarat darurat di areal persawahan. "Saya melihat helikopter oleng diterpa angin kencang. Kemudian tidak lama mendarat di areal persawahan," kata Yati, salah seorang warga.(BOG/ANTARA)