Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Daerah Jakarta Barat masih menggunakan Gelanggang Olah Raga di Kecamatan Pademangan, Jakbar, untuk menampung 500 jiwa korban kebakaran, Jumat (24/8) malam. Pengungsi yang ditampung itu adalah sebagian dari 2.000 warga yang kehilangan tempat tinggal karena ludes dilalap si jago merah.
Kendati Pemda setempat sudah mengirimkan bantuan berupa beras dan mie, seorang korban bernama Abdul Fatah, mengaku bantuan itu belum optimal. Sebab, hanya sebagian dari warga yang memperoleh bantuan tersebut. Ia juga mengatakan, saat ini, para pengungsi sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan mandi, cuci dan kakus. [Baca: Bantuan buat Korban Kebakaran Pademangan Masih Minim ].
Musibah kebakaran di Pademangan tersebut terhitung besar. Sebab, kebakaran yang terjadi menjelang tengah malam baru bisa dipadamkan sekitar pukul 03.30 WIB. Bahkan, dua dari tiga korban tewas dalam tragedi itu, sekujur tubuhnya hangus terbakar. Dugaan sementara, api berasal dari percikan motor seorang warga yang tengah diperbaiki.(KEN/Rafael Setyo)
Kendati Pemda setempat sudah mengirimkan bantuan berupa beras dan mie, seorang korban bernama Abdul Fatah, mengaku bantuan itu belum optimal. Sebab, hanya sebagian dari warga yang memperoleh bantuan tersebut. Ia juga mengatakan, saat ini, para pengungsi sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan mandi, cuci dan kakus. [Baca: Bantuan buat Korban Kebakaran Pademangan Masih Minim ].
Musibah kebakaran di Pademangan tersebut terhitung besar. Sebab, kebakaran yang terjadi menjelang tengah malam baru bisa dipadamkan sekitar pukul 03.30 WIB. Bahkan, dua dari tiga korban tewas dalam tragedi itu, sekujur tubuhnya hangus terbakar. Dugaan sementara, api berasal dari percikan motor seorang warga yang tengah diperbaiki.(KEN/Rafael Setyo)