Liputan6.com, Seoul: Petinju Korea Selatan, Choi Yo Sam, mengalami koma setelah sukses mempertahankan gelar kelas terbang intercontinental WBO. Demikian demikian dilaporkan Kantor Berita Yonhap, Rabu (26/12).
Choi (33) pingsan setelah mendapat pukulan dari petinju Indonesia Heri Amol sebelum pertarungan dihentikan. Selanjutnya Choi dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan operasi otak, namun hingga pagi tadi masih dalam kondisi koma. Petinju Korsel itu kolap lima detik sebelum berakhirnya pertarungan tinju. Choi masih bisa berdiri ketika dia diumumkan sebagai pemenang. Tapi, tidak lama setelah itu dia jatuh secara mendadak.
Sebelumnya, petinju Korsel lainnya, Kim Duk-Koo, juga mengalami koma sebelum akhirnya meninggal karena cedera saat bertarung melawan juara Amerika Serikat Ray Mancini di Las Vegas pada 1982. Tewasnya petinju itu membawa perbaikan di dunia tinju termasuk dihapusnya sistem pertarungan 15 ronde dan adanya pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah pertarungan.(IAN/Antara)
Choi (33) pingsan setelah mendapat pukulan dari petinju Indonesia Heri Amol sebelum pertarungan dihentikan. Selanjutnya Choi dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan operasi otak, namun hingga pagi tadi masih dalam kondisi koma. Petinju Korsel itu kolap lima detik sebelum berakhirnya pertarungan tinju. Choi masih bisa berdiri ketika dia diumumkan sebagai pemenang. Tapi, tidak lama setelah itu dia jatuh secara mendadak.
Sebelumnya, petinju Korsel lainnya, Kim Duk-Koo, juga mengalami koma sebelum akhirnya meninggal karena cedera saat bertarung melawan juara Amerika Serikat Ray Mancini di Las Vegas pada 1982. Tewasnya petinju itu membawa perbaikan di dunia tinju termasuk dihapusnya sistem pertarungan 15 ronde dan adanya pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah pertarungan.(IAN/Antara)