Walau Diserang Diare, Hewan Kurban Layak Dikonsumsi

Puluhan sapi dan kambing kurban di Kabupaten Madiun, Jawa Timur terkena penyakit mata dan diare. Namun, penyakit mata yang menyerang hewan kurban itu bukan tergolong penyakit menular sehingga masih layak dikonsumsi.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Desember 2007, 15:24 WIB

Liputan6.com, Madiun: Puluhan hewan kurban berupa sapi dan kambing di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terkena penyakit mata dan diare. "Dari hasil pemeriksaan, kami tidak menemukan adanya penyakit antraks, namun ada puluhan sapi dan kambing yang terkena penyakit mata dan diare," kata salah seorang dokter hewan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Madiun, Lilin Sarifah, di Madiun, Kamis (20/12).

Menurut dia, penyakit mata yang menyerang hewan kurban di Kabupaten Madiun bukan tergolong penyakit menular seperti halnya penyakit antraks. Ini berarti daging hewan tersebut masih bisa dikonsumsi.

Penyakit mata dan diare pada hewan, imbuh Lilin, disebabkan bakteri dan virus yang mudah menyerang jika kondisi tubuh hewan kurang baik. Apalagi pada saat musim penghujan seperti saat ini. Selain itu, menurut dia, kondisi kandang atau tempat hewan yang dibuat begitu saja di pinggir-pinggir jalan juga menjadi faktor munculnya penyakit mata dan diare. "Terkadang kalau siang hari banyak hewan yang kepanasan karena terkena terik matahari dan malamnya kadang-kadang terkena hujan," kata Lilin.

Namun, Lilin menjelaskan, sejumlah hewan yang terkena sakit mata dan diare pada sapi dan kambing tersebut sebelumnya sudah disuntik cairan antibiotik dan obat. Dijelaskan pula, hewan kurban yang layak disembelih setidaknya harus memperhatikan enam hal. Yakni, hewan ternak harus sehat, berbulu bersih, memiliki gerakan lincah, lubang kumlah (hidung, telinga, mulut, dubur dan kelamin) bersih, pernapasan hewan itu normal, dan hewan kurban tidak cacat.(ANS/Antara)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya