Liputan6.com, Jakarta: Pakar terumbu karang Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Suharsono, menyatakan selama rentang 1996-2006 kondisi terumbu karang di Tanah Air memperlihatkan adanya kecenderungan perbaikan. "Evaluasi kondisi terumbu karang di Tanah Air mengalami perbaikan," kata Suharsono melalui siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (11/12) malam.
Suharsono yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI mulai memantau kondisi terumbu karang di 73 daerah dengan 841 stasiun dari Sabang hingga Kepulauan Padaido, Irianjaya Barat sejak 1993 sampai 2007. Hasilnya, imbuh dia, menunjukkan kondisi terumbu karang di Indonesia pada akhir 2006, 5,2 persen dalam kondisi sangat baik, 24,2 persen dalam kondisi baik, 37,3 persen dalam kondisi sedang dan 33,1 persen dalam kondisi buruk.
Advertisement
"Kondisi terumbu karang yang buruk terlihat menurun, sedangkan kondisi terumbu karang sedang mengalami perbaikan, dan kondisi terumbu karang yang sangat baik relatif tetap," ungkap Suharsono. Dikatakan pula, data di lapangan memperlihatkan pada 1998, kondisi terumbu karang telah mulai membaik yang ditunjukkan dengan peningkatan terumbu karang kondisi baik dan sangat baik, serta menurunnya kondisi terumbu karang yang sedang.
Namun pada akhir 1998, terjadi peristiwa El Nino akibat perubahan iklim global (bleaching event) yang menyebabkan kematian karang secara massal. "Kematian karang akibat El Nino ini, memotivasi saya untuk meneliti mengapa karang mati karena kenaikan suhu dan apakah mungkin terumbu karang yang sudah mati dapat pulih kembali," ucap Suharsono.
Sampai saat ini, jenis karang yang ditemukan di Indonesia sudah sebanyak 590 jenis yang termasuk dalam 83 marga karang atau 80 persen karang yang ada di dunia. Menurut dia, kekayaan jenis karang di satu daerah lebih ditentukan oleh besarnya variasi habitat, sejarah geologi masa lalu dan letak geografi. "Sebagai gambaran, sebaran karang di Kepulauan Raja Ampat telah diidentifikasi sebanyak 456 jenis karang, di Pulau Derawan 444 jenis dan Pulau Banda 330 jenis," ujar dia.
Adapun Suharsono akan memaparkan hasil risetnya itu dalam acara pengukuhan dirinya menjadi Profesor Riset Bidang Ilmu Oseanografi pada Rabu ini. Dengan judul karyanya Pengelolaan Terumbu Karang di Indonesia.(ANS/Antara)