Liputan6.com, Ponorogo: Jenazah Trimo tiba di kampung halaman, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (18/8) pagi. Trimo ditemukan tewas pada 11 Agustus silam setelah dianiaya enam orang termasuk majikannya di perkebunan karet, Sriting, Negeri Sembilan, Malaysia.
Ponirah, orangtua Trimo langsung pingsan dan menangis begitu menyaksikan jenazah anaknya. Dia tak percaya putra sulungnya yang berangkat ke Malaysia pada 2005 kembali tanpa nyawa. Padahal Trimo ke Negeri Jiran untuk bekerja. Setelah disemayamkan dan disalatkan, jasad Trimo segera dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Krebet, Jambon, Ponorogo.
Advertisement
Pihak keluarga almarhum meminta gaji yang belum terbayarkan selama bekerja di Malaysia segera diselesaikan. Mereka juga menuntut para tersangka diproses secara hukum.(Liputan6)