Liputan6.com, Jakarta: Lima petugas Komisi Pemberantasan Korupsi mendatangi kediaman Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/5) pagi. Ini terkait klarifikasi laporan harta kekayaan penyelenggara negara sebagai salah satu persyaratan calon presiden dan calon wakil presiden bisa bertarung di pemilihan umum 8 Juli mendatang. Klarifikasi tetap berjalan meski Kalla tidak berada di rumah karena sedang kunjungan kerja ke Yogyakarta.
Petugas KPK juga mendatangi kediaman capres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Sukarnoputri di Jalan Teuku Umar Jakpus. Di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, KPK pun sibuk mengklarifikasi laporan harta kekayaan capres Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Kekayaan yang diperiksa antara lain aset perusahaan, harta bergerak, rekening tabungan, dan uang tunai.
KPK berniat mengklarifikasi harta kekayaan kurun waktu 2004-2007 milik capres dan cawapres. Data KPK menyebutkan kekayaan capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 berjumlah Rp 4,6 miliar. Pada 2008, kekayaanya menjadi Rp 7,5 miliar. Sementara Boediono memiliki harta Rp 13,6 miliar pada 2006 dan dua tahun kemudian menjadi Rp 18,6 miliar.
Kekayaan Kalla lima tahun lalu Rp 194 miliar. Di tahun 2007 menjadi Rp 253,9 miliar. Cukup jauh berbeda dengan kekayaan Wiranto yang berjumlah Rp 46,2 miliar di 2004. Sampai kini Wiranto belum menyerahkan laporan kekayaan 2007. Sementara harta Megawati di 2001 mencapai Rp 59,8 miliar. Jumlahnya bertambah jadi Rp 86,2 miliar pada 2004. Sedangkan Prabowo Subianto memiliki Rp 10,1 miliar pada 2003.(YNI/IKA/Tim Liputan 6 SCTV)
Petugas KPK juga mendatangi kediaman capres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Sukarnoputri di Jalan Teuku Umar Jakpus. Di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, KPK pun sibuk mengklarifikasi laporan harta kekayaan capres Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Kekayaan yang diperiksa antara lain aset perusahaan, harta bergerak, rekening tabungan, dan uang tunai.
KPK berniat mengklarifikasi harta kekayaan kurun waktu 2004-2007 milik capres dan cawapres. Data KPK menyebutkan kekayaan capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 berjumlah Rp 4,6 miliar. Pada 2008, kekayaanya menjadi Rp 7,5 miliar. Sementara Boediono memiliki harta Rp 13,6 miliar pada 2006 dan dua tahun kemudian menjadi Rp 18,6 miliar.
Kekayaan Kalla lima tahun lalu Rp 194 miliar. Di tahun 2007 menjadi Rp 253,9 miliar. Cukup jauh berbeda dengan kekayaan Wiranto yang berjumlah Rp 46,2 miliar di 2004. Sampai kini Wiranto belum menyerahkan laporan kekayaan 2007. Sementara harta Megawati di 2001 mencapai Rp 59,8 miliar. Jumlahnya bertambah jadi Rp 86,2 miliar pada 2004. Sedangkan Prabowo Subianto memiliki Rp 10,1 miliar pada 2003.(YNI/IKA/Tim Liputan 6 SCTV)