Peternak Babi di Samarinda Perhatikan Kebersihan Ternak

Peternak di Samarinda, Kaltim, makin waspada dengan wabah flu babi. Meski belum ada laporan positif terkait penyebarannya di wilayah Indonesia, para peternak lebih perhatikan kesehatan dan kebersihan ternak mereka.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Mei 2009, 00:25 WIB
Liputan6.com, Samarinda: Peternak babi di Sungai Lais, Kelurahan Sungai Kapih, Samarinda Ilir, Kalimantan Timur, semakin memperhatikan kondisi ternak mereka. Mereka taku terkena virus H1N1. Sebanyak 500 babi peliharaan kini dimandikan dua kali sehari. Mereka juga diberi makanan yang sudah dimasak. Namun, sejauh ini belum ada laporan babi yang terjangkit flu di sejumlah wilayah Samarinda.

Antisipasi juga dilakukan Departemen Perdagangan dengan mengeluarkan larangan impor ternak babi dan produk turunannya, Jumat (1/5). Pelanggaran terhadap larangan sementara ini akan dikenakan sanksi. Menurut pemerintah, sudah ada tujuh negara yang positif terjangkit wabah flu babi. Negara tersebut adalah Meksiko, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Israel, Spanyol, dan Selandia Baru.

Kekhawatiran juga membuat warga Jakarta memeriksakan diri ke Puskesmas. Sejumlah warga di Kecamatan Setia Budi, Jakarta Pusat, berdatangan ke tempat layanan kesehatan masyarakat itu. Menurut petugas puskesmas, jumlah pasien meningkat hingga 50 persen dalam sepekan terakhir.

Pihak puskesmas sendiri menyatakan, mereka siap mengantisipasi serangan flu babi. Puskesman sudah menyediakan sedikitnya 200 kapsul tamiflu bagi warga yang positif terjangkit. Obat-obatan tersebut merupakan sisa persediaan ketika flu burung tahun lalu merebak. Obat tamiflu sejauh ini masih direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai obat penangkal virus H1N1. Sayangnya, masa kedaluarsa obat akan berakhir pada November 2009 ini.(OMI/Tim Liputan6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya