Makodam II Sriwijaya Dilempari Mahasiswa

Sejumlah mahasiswa mendatangi Makodam II Sriwijaya. Mereka tak puas karena pembunuh Mayer Ardiansyah hanya dihukum setahun penjara.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Oktober 2000, 06:37 WIB
Liputan6.com, Palembang: Arwah Mayer Ardiansyah, boleh jadi, kini tak lagi gelisah. Maklum, setahun setelah demonstrasi yang membuat ia pergi untuk selama-lamanya, puluhan mahasiswa dari berbagai unversitas di Palembang masih mengenangnya. Bentuk pengenangan itu diwujudkan dengan aksi unjuk rasa di depan Markas Komando Daerah Militer II Sriwijaya, baru-baru ini.

Awalnya, puluhan mahasiswa itu hanya ingin bertemu dengan Panglima Kodam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Sutardjo. Sayangnya, Sutardjo tak ada di tempat, sehingga membuat mahasiswa kecewa. Kekecewaan itu langsung dilampiaskan dengan melempari pos penjagaan Markas Kodam. Untungnya, aksi itu tak berakibat panjang karena prajurit yang saat itu bertugas tak menanggapi pelemparan tersebut.

Kendati demikian, puluhan mahasiswa itu terus saja melakukan aksi unjuk rasa. Kali ini mereka melakukan tabur bunga dengan membentuk nama Mayer Ardiansyah sebagai Pahlawan Reformasi di halaman Makodam. Selain itu, mahasiswa juga menuntut penghapusan Dwifungsi dan pembubaran institusi TNI dari Kodam sampai Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Sementara dalam orasinya, mahasiswa menyatakan kecewa karena salah seorang tersangka anggota TNI yang sudah disidang, hanya mendapat hukuman di bawah satu tahun penjara. Sedangkan tersangka utama pembunuh Mayer, seorang warga sipil bernama Ali Kota malah diganjar hukuman tujuh tahun penjara.

Menanggapi aksi demo ini, Mayjen Sutardjo mengatakan, demo yang dilakukan mahasiswa di kantornya adalah hak mereka. Sedangkan mengenai hukuman yang diberikan kepada anggota TNI, dikatakan Sutardjo, itu sudah sesuai dengan prosedur hukum.(ULF/Ajmal Rokian dan Yanuar Ichrom)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya