Liputan6.com, Medan: Tangis Widi terdengar lirih. Gadis ini baru saja kehilangan sang ibunda tercinta, Ngatini alias Maulida. Widi sempat tak sadarkan diri saat menyaksikan jenazah ibunya sudah terbungkus kain kafan. Sang bunda mengembuskan nafas terakhir, Senin (6/4) pagi, setelah lima hari dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan, Sumatra Utara.
Diduga Ngatini menderita keracunan obat yang diedarkan perusahaan pemasaran berjenjang K-Link. Sekujur tubuh korban melepuh setelah mengonsumsi suplemen klorofil yang dipasarkan K-Link.
Atas kematian istrinya, suami korban menuntut pertanggungjawaban produsen suplemen tersebut. Sementara pihak K-Link membantah korban meninggal akibat mengonsumsi produk mereka. Untuk membuktikannya pihak K-Link masih menunggu hasil diagnosis tim medis dan laboratorium forensik.
Kasus dugaan keracunan obat ini kembali membuka mata banyak pihak untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat, termasuk suplemen. Maksudnya ingin sehat, namun jika kurang teliti atau bahkan mengonsumsi melebihi batas bisa mengakibatkan kematian.(IAN/Yudhistira)
Diduga Ngatini menderita keracunan obat yang diedarkan perusahaan pemasaran berjenjang K-Link. Sekujur tubuh korban melepuh setelah mengonsumsi suplemen klorofil yang dipasarkan K-Link.
Atas kematian istrinya, suami korban menuntut pertanggungjawaban produsen suplemen tersebut. Sementara pihak K-Link membantah korban meninggal akibat mengonsumsi produk mereka. Untuk membuktikannya pihak K-Link masih menunggu hasil diagnosis tim medis dan laboratorium forensik.
Kasus dugaan keracunan obat ini kembali membuka mata banyak pihak untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat, termasuk suplemen. Maksudnya ingin sehat, namun jika kurang teliti atau bahkan mengonsumsi melebihi batas bisa mengakibatkan kematian.(IAN/Yudhistira)