Lagi, KPU Menuai Kritik

Anggota KPU kembali menuai kritik. Setelah berencana membeli mobil dinas, kini mereka berniat mensosialisasikan Pemilu ke luar negeri selama dua bulan. Padahal kiprah anggota KPU di Tanah Air belum optimal.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 September 2008, 07:32 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Anggota Komisi Pemilihan Umum kembali menuai kritik. Jika sebelumnya terkait soal pembelian mobil baru, kali ini kritik dilayangkan menyangkut rencana ke luar negeri guna sosialisasi Pemilu ke sejumlah negara di tiga benua. Padahal, di dalam negeri saja kiprah mereka belum optimal [baca: Anggota KPU Segera Punya Mobil Baru].

Rencananya anggota KPU berangkat pada pertengahan September hingga November mendatang. Agenda mereka antara lain membentuk panitia pemilihan luar negeri, pemutakhiran data pemilih, serta administrasi dan keuangan. Namun rencana itu dianggap berlebihan mengingat agenda yang tidak terlalu penting serta minimnya anggaran.

Pemilu juga tercatat tinggal delapan bulan lagi. Karena itu, KPU dituntut bekerja optimal untuk memantau daftar pemilih sementara di Tanah Air. Sebab, masih banyak warga yang belum tahu bahwa mereka tercatat di daftar pemilih sementara. Selain itu, tercatat ada 36 juta pemilih belum terdaftar. Belum lagi urusan teknis yang lebih penting dibanding berkunjung ke luar negeri selama dua bulan.(IKA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya