Liputan6.com, Tangerang: Ratusan orang wali murid sekolah Yayasan Pendidikan Sunan Bonang, Legok, Tangerang, berunjuk rasa memprotes kebijakan baru buat para murid, Sabtu (7/7) siang. Terutama soal kenaikan biaya pendaftaran ulang dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) tahun ajaran baru. Pasalnya, kenaikan itu di masa sulit sekarang ini dinilai tak wajar. Hal itu dikemukakan seorang wali murid, Ahmad Hadianto, di Legok, Tangerang, Banten.
Menurut Ahmad, kini biaya daftar ulang mencapai sebesar Rp 105 ribu. "Itu tak manusiawi," kata Ahmad, sengit. Selain itu, sekolah juga mengenakan pungutan tertentu, seperti polis asuransi dan iuran lain yang dinilai justru semakin memberatkan.
Untunglah demonstrasi itu ditanggapi pengelola yayasan. Sejumlah wakil dari pengunjuk rasa pun diajak berunding dengan pengurus yayasan. Menurut Ketua Yayasan Pendidikan Bonang Nyampurno Hadiprasodjo, hasil dari pertemuan itu adalah meniadakan pungutan asuransi, membatalkan kenaikan SPP, dan biaya administrasi ditinjau kembali. Akhirnya, aksi unjuk rasa itu bubar setelah para wali murid menyetujui hasil kesepakatan.(ORS/Apriliana dan Binsar Rahardian)
Menurut Ahmad, kini biaya daftar ulang mencapai sebesar Rp 105 ribu. "Itu tak manusiawi," kata Ahmad, sengit. Selain itu, sekolah juga mengenakan pungutan tertentu, seperti polis asuransi dan iuran lain yang dinilai justru semakin memberatkan.
Untunglah demonstrasi itu ditanggapi pengelola yayasan. Sejumlah wakil dari pengunjuk rasa pun diajak berunding dengan pengurus yayasan. Menurut Ketua Yayasan Pendidikan Bonang Nyampurno Hadiprasodjo, hasil dari pertemuan itu adalah meniadakan pungutan asuransi, membatalkan kenaikan SPP, dan biaya administrasi ditinjau kembali. Akhirnya, aksi unjuk rasa itu bubar setelah para wali murid menyetujui hasil kesepakatan.(ORS/Apriliana dan Binsar Rahardian)