Liputan6.com, Jakarta: Unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak yang cenderung anarkis mengundang reaksi. Seperti dalam kasus aksi anarkis mahasiswa di depan Kampus Universitas Moestopo Beragama, Jakarta Selatan, Selasa (27/5), polisi kini tengah menyelidikinya. Apalagi dalam aksi tersebut seorang petugas polisi juga menjadi korban.
Unjuk rasa yang terjadi kemarin pada awalnya adalah untuk menolak kenaikan harga BBM. Pengunjuk rasa dalam aksinya juga memberhentikan kendaraan yang lewat dan mencoret dengan cat serta mencegat polisi yang memantau aksi demo [baca: Mahasiswa Moestopo Tutup Jalan].
Namun, pihak Universitas Moestopo secara tegas membantah jika pelaku pengeroyokan adalah mahasiswanya yang sedang berunjuk rasa. Kendati demikian, mereka menyatakan mendukung upaya polisi, termasuk jika memang terbukti adanya mahasiswa yang terlibat pengeroyokan kemarin.(ADO/Indah Dian Novita dan Yanto Sukma)