Undur-Undur Diyakini Berkhasiat

Di sejumlah daerah, peternak undur-undur ramai melayani pembeli untuk alasan kesehatan. Namun menurut kalangan dokter penyakit dalam, dari sisi medis, hingga kini khasiat undur-undur belum diuji.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 April 2008, 18:23 WIB

Liputan6.com, Cirebon: Bagi sebagian orang, undur-undur diyakini berkhasiat menyembuhkan sejumlah Penyakit. Suganda, misalnya. Lelaki warga Desa Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, itu bahkan telah membudidayakan undur-undur sejak sepuluh tahun silam. Hewan yang biasa hidup di pasir kering dan berjalan mundur ini digunakan sebagai obat bagi penyakit diabetes dan penambah stamina. Menurut Suganda, khasiat undur-undur diketahuinya dari orang tua dan ahli pengobatan Cina.

Pengobatan dengan undur-undur ini pun mengggunakan cara unik. Undur-undur yang masih hidup dimasukkan ke dalam kapsul dan ditelan layaknya obat. Warga yang mengonsumsinya pun mempercayai khasiat pengobatan ini. Namun dari kaca mata medis, kepercayaan sebagian masyarakat tentang undur-undur sebagai obat diabetes belum bisa dibuktikan. Sebab itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Aru W. Sudoyo, pihaknya tak berani merekomendasikan undur-undur sebagai obat diabetes.

Yang jelas, menurut Aru, dari sisi medis pengobatan diabetes ditekankan pada tiga hal. Yaitu, pola makan, olahraga, dan terapi obat. Namun bila penderita diabetes bisa mengatur pola makan dan olahraga yang baik, terapi obat bukan lagi hal penting.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya