Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah seniman tengah berusaha membangkitkan kembali opera Cina atau Yek Ci. Yek berarti Kong Hu dan Chi artinya wayang. Salah satu seniman yang mencoba mengangkat kesenian tersebut adalah Salim Tan. Pria berusia 65 tahun ini adalah ketua kelompok opera Cina. Bersama kelompok suaka budaya di kawasan Jelambar, Jakarta Barat, laki-laki ini sering mementaskan wayang Konghu.
Kesenian ini sempat dilarang dipertunjukan di Indonesia. Tapi, kini sudah diberikan kebebasan. Karena itu, Salim terus berjuang memperkenalkan budaya Cina kepada generasi muda. Pada zaman Orde Baru kegiatan Salim sempat diberangus penguasa. Namun, seiring dengan era reformasi kini mereka kembali mendapat kebebasan bermain opera terutama menjelang perayaan Imlek. "Kita berharap bisa bermain selamanya," kata Salim kepada SCTV, beberapa waktu silam.
Advertisement
Meski tampil meriah, Salim tetap merasa gelisah. Regenerasi adalah masalah besar bagi kelompok opera ini. Kesenian ini sulit dipelajari karena minimnya generasi muda yang menguasai bahasa Kong Hu. Menurut Salim, penggantian dialog menjadi bahasa Indonesia seperti yang dilakukan kesenian wayang Pho Te Hie mengurangi nikmatnya menonton opera ini.
Opera Cina telah berkembang ratusan tahun di daerah Cina Kanton. Kini Salim dan rekan-rekannya tengah berjuang membangkitkan kembali opera Cina yang pernah berjaya pada tahun 60-an. Bagi generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya dia berpesan bahwa seni tradisi ini tidak akan memberikan kekayaan. Tapi, kalau ingin mendapat ketenangan dan kesenangan kesenianlah tempatnya. Ini falsafah hidup Salim dalam mempertahankan opera Cina.(IAN/Satya Pandia)