Monumen Mandala, Jejak Soeharto di Makassar

Monumen Mandala, salah satu jejak sejarah Soeharto di Kota Makassar. Monumen ini sebagai bukti bahwa Soeharto telah menorehkan sejarah di Makassar, tatkala menjadi Deputi Wilayah Timur Indonesia dan Panglima Komando Mandala dalam pembebasan Irian Barat.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Januari 2008, 12:58 WIB

Liputan6.com, Makassar: Hampir semua warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengenal Monumen Mandala. Bangunan segitiga yang menyerupai Tugu Monas ini berdiri kokoh di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar. Monumen itu dibangun sebagai penghargaan terhadap Jenderal Besar Soeharto, sekaligus mengenang perjuangan pembebasan Irian Barat dari penjajahan Belanda tahun 1961.

Lokasi yang dijadikan museum ini dulu merupakan markas Kolonel Soeharto, selaku Panglima Komando Wilayah Timur dan Panglima Komando Mandala, saat membebaskan Irian Barat dari cengkeraman Belanda. Monumen Mandala yang dibangun tahun 1995 itu dirancang khusus oleh Pak Harto ketika masih menjabat sebagai presiden.

Bangunan berlantai empat dengan ketinggian 75 meter dibangun dengan biaya besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sulsel senilai Rp 75 miliar. Pada bagian dalam terdapat relief dan foto-foto yang menggambarkan perjuangan pasukan Trikora saat membebaskan Irian Barat. Terdapat pula ruang kerja dan patung lilin Pak Harto.(ANS/Iwan Taruna)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya