Polri Berang Disebut Lembaga Terkorup

Mabes Polri menilai hasil survay Transparansi Internasional Indonesia sulit dipertanggungjawabkan. Ketua DPR Agung Laksono menilai apa yang dilakukan TII adalah sebuah persepsi bukan bukti atau data hukum.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 Desember 2007, 18:48 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Kepolisian mengecam hasil penelitian Transparansi Internasional Indonesia yang menempatkan polisi sebagai lembaga paling korup. "Masukan yang diberikan TII ini seperti masukan sampah," ujar Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Polisi Sisno Adiwinoto di Jakarta, Senin (10/12).

Hasil survay TII, menurut Sisno, sulit dipertanggungjawabkan. Dia bahkan menilai sepak terjang TII perlu diwaspadai. "Siapa mereka [TII] ini, apa bukan bagian dari infiltrasi atau spionasi yang ingin memperlemah atau mengobok-obok pemerintahan Indonesia," tambah Sisno.

Transparansi Internasional Indonesia sendiri, melalui sekretaris jenderalnya Rizal Malik menyebut bahwa hasil teresebut adalah penelitian yang merupakan bagian dari global corruption barometer. Yang hasilnya dikeluarkan secara rutin.

Tanggapan lebih dingin justru datang dari Dewan Perwakilan Rakyat yang berada di urutan kedua sebagai lembaga terkorup. Ketua DPR Agung Laksono menilai apa yang dilakukan TII adalah sebuah persepsi bukan bukti atau data hukum.

Penelitian TII mengungkapkan bahwa 42 persen masyarakat Indonesia menganggap Kepolisian sebagai lembaga paling korup. Para responden mengaku seringkali terpaksa menyuap jika berurusan dengan polisi [baca: Puluhan Jaksa Peringati Hari Antikorupsi Sedunia].(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya