Liputan6.com, Jakarta: Kartu tarot ternyata tak hanya sebagai sarana meramal. Menurut pengajar tarot sekaligus dosen Fakultas Psikologi Indonesia Rubi Soeboer, kartu yang sering digunakan untuk meramal ini dapat menjadi media konsultasi untuk menghadapi klien.
Menurut Rubi, cara kerja tarot tak berkaitan dengan ilmu hitam tapi berdasarkan energi yang terpancar dari manusia. Artinya, secara logika tiap keinginan manusia yang kuat akan memancarkan energi. "Energi itu terkomunikasikan melalui simbol-simbol tertentu yang ada dalam kartu tarot," ujar Rubi di Jakarta, baru-baru ini.
Advertisement
Rubi menambahkan, tarot terbagi empat jenis kartu. Pedang melambangkan pikiran, cawan berarti perasaan, tongkat menandakan instuisi, dan koin menyimbolkan rasa. "Kocok kartu tarot. Kemudian letakkan tarot secara menyebar dan ambil tiga kartu dengan acak," kata Rubi seraya mengajarkan muridnya berlatih tarot.
Hingga kini doktor psikologi yang tertarik dengan tarot sejak 2005 tersebut memiliki 13 murid yang mempelajari ilmu permainan kartu asal Italia ini. Salah satu muridnya adalah Ruli yang berstatus pelajar. Rubi juga membentuk komunitas pecinta kartu tarot di Jakarta.
Selain menjadi media ramal-meramal, kehadiran mereka akhirnya sebagai ajang berbagi memecahkan persoalan mulai dari karier hingga keluarga. Komunitas ini juga percaya melalui tarot seseorang bisa lebih mengenal diri sendiri dengan berbagai permasalahan yang ada.(RMA/Anastasya Putri dan Frets Ferdinand)