Liputan6.com, Jakarta: Terhitung hari ini atau Sabtu (1/12), Kampanye Pekan Kondom Nasional digelar. Namun, sekelompok mahasiswa dan aktivis menggelar aksi tandingan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Mereka bereaksi terhadap program sosialisasi penggunaan dan pembagian alat kontrasepsi secara gratis tersebut.
Reporter SCTV Sufiani Tanjung pun mewawancarai sejumlah pengunjuk rasa. Ivan, misalnya. Koordinator unjuk rasa ini mengungkapkan demonstrasi menentang penggunaan kondom digelar secara serentak di Jakarta, Bandung dan Bogor, Jawa Barat. Ivan menilai, kampanye dengan membagikan salah satu jenis alat kontrasepsi secara cuma-cuma itu bertentangan dengan tema yang ada. "Kondom tak pantas dibagikan secara gratis," ucap Ivan.
Advertisement
Pendapat senada disuarakan sejumlah warga. Mereka pada umumnya memandang pembagian kondom secara gratis itu tidak bakal efektif. Bahkan, tak tertutup kemungkinan, asumsi masyarakat dapat berubah. Yakni, mendapat kondom secara gratis berarti boleh melakukan seks bebas.
Ada yang menilai penggunaan kondom adalah tidak efektif. Namun, ada pula yang setuju dengan pembagian kondom gratis tersebut. "Setuju sekali, keamanan diri sendiri terhadap AIDS," ujar seorang pria. Ada juga yang berpendapat kampanye tersebut harus diikuti pengawasan dan tindakan selanjutnya.
Hari ini bertepatan pula dengan Hari AIDS Sedunia. Tema peringatan tahun ini adalah antidiskriminasi terhadap ODHA atau Orang Dengan HIV/AIDS--Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome. Kalangan aktivis kesehatan, bahkan meminta Undang-undang Kesehatan diamendemen.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)