Warga Kolong Tol Papanggo Masih Bertahan

Sejumlah warga kolong jalan tol di kawasan Papanggo, Tanjungpriok, Jakut, masih bertahan. Mereka enggan dievakuasi ke rusun yang ditetapkan Pemkot Jakut karena jauh dari tempat mengais rezeki.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 September 2007, 14:29 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah warga masih tampak bertahan di kolong jalan tol di wilayah Jakarta Utara, Ahad (2/9) pagi. Padahal, Pemerintah Kota Jakut telah mengeluarkan instruksi mengosongkan kolong tol hingga 4 September mendatang.

Mereka enggan membongkar rumahnya sampai menerima uang kerohiman yang dijanjikan Pemkot Jakut sebesar Rp 1 juta. Bahkan, beberapa warga tak berniat pindah ke rumah susun yang ditetapkan pemerintah meski telah diberi uang kerohiman dan memiliki kartu tanda penduduk Jakarta.

Nunung, misalnya. Ia mengaku tak berkeinginan pindah ke Rusun Marunda, Jakut, karena jauh dari tempat mengais rezeki meski mendapat uang Rp 1 juta dan mempunyai KTP DKI. Nunung pun sedih lantaran huniannya di kolong jalan tol di Kelurahan Papanggo, Tanjungpriok, Jakut, sudah dibongkar. Ia juga biasa mencari nafkah sebagai pemulung di lokasi tersebut.

Sementara beberapa warga kolong jalan tol di kawasan Warakas, Jakut, terlihat berkemas-kemas sejak 31 Agustus silam sambil menunggu pembagian uang kerohiman. Mereka hendak mencairkan duit itu untuk mengontrak rumah [baca: Warga Kolong Tol Membongkar Sendiri Gubuk Mereka].(RMA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya