Liputan6.com, Jogyakarta: Menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak 15 Juni mendatang, puluhan pompa bensin di Yogyakarta mulai kesulitan pasokan. Sementara itu, janji Pertamina memberikan suplai langsung juga masih belum terealisasi. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Kecil Nasional Minyak dan Gas (Gapina Migas) Ir. Karlana di Yogyakarta, baru-baru ini.
Menurut Karlana, selain tertunda, pasokan yang mereka terima dari pompa bensin besar juga semakin berkurang. Saat ini mereka tidak bisa lagi mendapatkan pasokan BBM sekitar 5.000 liter per minggu dengan alasan meningkatnya permintaan konsumen. Tak heran, sejumlah pompa bensin di Yogyakarta saat ini terlihat lebih sering tutup. Karlana mengungkapkan, Gapina Migas sudah berulang kali meminta Pertamina untuk memberikan suplai langsung. Namun, hingga kini janji suplai BBM langsung pada pompa bensin mini belum juga direalisasi.
Ditambahkan, saat ini puluhan pompa bensin mini hanya bisa bertahan hidup sambil menunggu kepastian suplai langsung dari Pertamina. Karena itu, para pengelola pompa bensin khawatir jika Pertamina tak juga menepati janji mereka. Soalnya, hal itu akan mengakibatkan puluhan pompa bensin tersebut terancam gulung tikar.(HFS/Wiwik Susilo dan Mardianto)
Menurut Karlana, selain tertunda, pasokan yang mereka terima dari pompa bensin besar juga semakin berkurang. Saat ini mereka tidak bisa lagi mendapatkan pasokan BBM sekitar 5.000 liter per minggu dengan alasan meningkatnya permintaan konsumen. Tak heran, sejumlah pompa bensin di Yogyakarta saat ini terlihat lebih sering tutup. Karlana mengungkapkan, Gapina Migas sudah berulang kali meminta Pertamina untuk memberikan suplai langsung. Namun, hingga kini janji suplai BBM langsung pada pompa bensin mini belum juga direalisasi.
Ditambahkan, saat ini puluhan pompa bensin mini hanya bisa bertahan hidup sambil menunggu kepastian suplai langsung dari Pertamina. Karena itu, para pengelola pompa bensin khawatir jika Pertamina tak juga menepati janji mereka. Soalnya, hal itu akan mengakibatkan puluhan pompa bensin tersebut terancam gulung tikar.(HFS/Wiwik Susilo dan Mardianto)