Di Ibu Kota, mereka akan mendesak agar pembayaran ganti rugi yang dijanjikan pada Mei silam segera direalisasikan. "Kita menuntut pemerintah maupun DPR proaktif membantu pembayaran ganti rugi agar [nasib kami] tidak terkatung-katung seperti sekarang," ucap Sumitro, juru bicara warga Perumtas Satu.
Tak sedikit di antara warga Perumtas Satu yang terpaksa meninggalkan kampung halamannya. Mereka pun harus berpisah sementara dengan anaknya untuk memperjuangkan agar tuntutannya dipenuhi.
Advertisement
Sementara di Sidoarjo, sekitar 100 warga Mindi, Kecamatan Porong menggelar aksi damai di atas tanggul. Mereka menyoroti kinerja Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang dinilai lamban dalam mengatasi persoalan lumpur Lapindo. Bahkan, belakangan ini, lumpur panas mengancam wilayah Mindi. Ini akibat belum optimalnya pompa yang menyedot lumpur ke Sungai Porong.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)