Guru Pengungkap Kecurangan Ujian Terancam Dilaporkan

Sejumlah guru di Medan, Sumut, yang mengungkap kecurangan dalam ujian nasional diancam pihak sekolah. Mereka akan dilaporkan ke polisi karena dinilai telah mencemarkan nama baik sekolah.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 Mei 2007, 18:43 WIB
Liputan6.com, Medan: Para guru yang tergabung dalam Komunitas Air Mata Guru satu per satu diminta mundur oleh pihak sekolah tempat mereka mengajar. Para guru ini bahkan diancam diadukan ke polisi karena dinilai telah mencemarkan nama baik sekolah setelah mengungkapkan adanya kecurangan saat pelaksanaan ujian nasional silam [baca: Mengungkap Kecurangan, 33 Guru Diminta Mundur].

Tambunan dan Mesriani Sinaga adalah dua di antara guru yang terancam dilaporkan. Keduanya adalah guru honorer di Sekolah Menengah Pertama Free Methodis 1 Helvetia Medan, Sumatra Utara. Menurut Kepala Sekolah SMP Free Methodis, Jupiter Angkasa Simanjuntak, tuduhan kedua guru tersebut tidak benar. Ujian nasional silam, kata Jupiter, berlangsung sesuai prosedur dan tidak terdapat kecurangan.

Hal yang sama juga dialami Neny Tarigan, guru di Sekolah Menengah Atas Nasrani 3 Medan. Kepala Sekolah Robert Valentino Tarigan membenarkan pihaknya mengancam Neny yang telah membeberkan kecurangan pelaksanaan ujian nasional itu. Robert mengaku akan melaporkan Neny karena telah mencemarkan nama baik sekolah. Apalagi dirinya curiga justru Neny yang punya agenda tersembunyi.(ADO/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto) 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya