Dalam menjalankan tradisi ini warga pertama-tama merangkai janur kuning dengan tali dari akar pohon. Warga yang mengerjakannya harus menjalani ritual doa khusus pada malam hari. Setelah menjadi rangkaian janur kuning yang panjang, tali ditarik ke pantai. Rangkaian tali serta janur kuning ini digunakan sebagai pukat untuk menarik ikan ke darat.
Uniknya, ribuan dan berbagai jenis ikan seperti diperintah tertarik bersama janur ke daratan. Saat ikan dianggap sudah cukup terkumpul, seorang pemuka adat akan mempersilakan warga untuk mengambil hasil tangkapan itu. Dari arah bibir pantai, ribuan warga yang hadir berbaur bersama pengunjung berebutan memunguti ikan-ikan yang berada di kaki mereka.
Advertisement
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, upacara unik yang hanya digelar setiap Mei ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Namun sangat disayangkan, pemerintah daerah setempat kurang memperhatikan potensi wisata ini. Terbukti dengan kurangnya promosi serta minimnya fasilitas transportasi yang tersedia menuju pulau kecil ini.(JUM/Aldrin Arief)