<i>Tornado</i>, Film Bencana Buatan Jerman

Film ini berawal dari adegan ulangan seorang ahli Meteorologi, Jan Berger dari Oklahoma, Amerika Serikat, tempat ia meneliti fenomena tornado. Alur cerita yang relatif lambat, membuat film ini belum bisa dibandingkan dengan film Twister.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Mei 2007, 09:58 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Badai angin berputar atau tornado menjadi inspirasi sutradara film asal Jerman, Andreas Linke, dalam film terbarunya Tornado. Film ini berawal dari adegan ulangan seorang ahli Meteorologi, Jan Berger dari Oklahoma, Amerika Serikat, tempat ia meneliti fenomena tornado. Kecintaannya terhadap tornado tak lepas dari aktivitas sang ayah yang juga ahli cuaca.

Saat datang ke Berlin untuk mengisi liburan musim panas, ia bertemu Eva, mantan kekasihnya. Sayang, Eva telah memiliki kekasih baru, Bruno, yang kebetulan asisten dari ayah Jan.

Film berlanjut ketika ditemukan mayat seorang petani yang menyangkut di atas pohon dan menjadi pemberitaan media massa. Jan pun menduganya sebagai korban tornado. Namun hanya Eva yang mempercayainya. Mereka berdua pun bertaruh nyawa untuk membuktikan tornado akan menyerang Kota Berlin.

Ketika tornado mulai berputar di atas kota, Jan berusaha memberi peringatan kepada penduduk untuk bersiaga. Namun, peringatan itu diabaikan. Bahkan menara televisi, menara tertinggi di Berlin, tetap padat dikunjungi orang. Di antara pengunjung itu terdapat Sophie, adik Jan. Cerita pun bergulir, bagaimana Jan harus menyelamatkan orang-orang yang dicintainya meski mungkin harus mengorbankan dirinya.

Tornado memang berusaha mengambil napas film Hollywodd. Tapi alur cerita film yang relatif lambat ini belum bisa dibandingkan dengan film Twister yang tenar pada 1996 karena adegan-adegan dahsyatnya.(YNI)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya