Akibat hantaman gelombang pasang sejak Kamis silam, kerugian ditaksir Rp 10 miliar. Kerugian terbesar berupa kerusakan sarana dan prasarana wisata di Pantai Padang. Sedangkan rumah yang rusak sudah mencapai 500 lebih. Para penghuni pergi ke rumah saudara atau di tempat penampungan [baca: Ratusan Rumah Hancur Diterjang Gelombang Pasang].
Gelombang pasang juga melanda kawasan pesisir Laut Selatan Jawa Timur. Di Pantai Ngliyep, Malang, hantaman gelombang menyebabkan puluhan rumah dan kios rusak. Sebuah jembatan penghubung daratan dengan pulau kecil di Pantai Ngliyep juga putus. Saat kejadian, sejumah wisatawan yang memadati pantai panik dan berusaha menyelamatkan diri.
Advertisement
Sementara itu ratusan nelayan di Pantai Panggul, Trenggalek mengaku tak berani melaut karena ketinggian ombak mencapai lima meter lebih. Bahkan sebuah rumah warga dan sejumlah perahu nelayah rusak diterjang ombang besar. Puluhan warga memilih mengungsi ke tempat tinggi untuk menghindari datangnya air pasang pada malam hari.
Tak hanya membuat nelayan takut, ombak besar di Pantai Selatan Mayangan Jember berpengaruh pada dua obyek wisata Pantai Watu Ulo dan Papuma. Petugas loket wisata, Mulyadi mengatakan, biasanya hari libur panjang obyek wisata selalu ramai. Namun akibat adanya gelombang ini, tempat wisata andalan di Jember ini terlihat sepi.
Ombak besar juga masih melanda Pantai Kedonganan, Badung, Bali. Puluhan kapal penangkap ikan hancur berkeping-keping diterjang ombak hingga setinggi tujuh meter. Para nelayan berusaha menyelamatkan sisa-sisa kapalnya yang hancur. Berbagai perlengkapan melaut seperti jaring juga rusak berat dan tidak dapat dipergunakan lagi.
Nelayan yang rugi hingga ratusan juta rupiah ini. Kini mereka bingung setelah sarana mencari nafkahnya rusak. Ombak yang masih besar hingga siang ini membuat para nelayan tidak berani melaut. Pun demikian dengan aktivitas di Pantai Lebih, Gianyar. Sejumlah pedagang memilih istirahat [baca: Gelombang Setinggi Dua Meter Menerjang Kuta].(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)