Tidak adanya informasi awal dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) tentang perkiraan akan datangnya gelombang, mengakibatkan para pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir pantai kaget dan panik. Para wisatawan lokal maupun mancanegara yang sedang berlibur di pantai juga sempat di buat waswas.
Menurut Kepala Balai Besar BMG Wilayah III Denpasar Widada Sulistya, gelombang ini diakibatkan oleh akumulasi angin timur dari benua Australia. Widada mengimbau, masyarakat diminta waspada bila beraktivitas di pesisir pantai. Gelombang diperkirakan akan terus berlangsung hingga tiga hari ke depan.
Advertisement
Kejadian serupa juga terjadi di beberapa daerah di Tanah Air. Ratusan rumah hancur diterjang ombak [baca: Semakin Banyak Rumah Dihantam Gelombang].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)