Liputan6.com, Malang: Jenazah ibu dan empat anaknya yang bunuh diri di Malang, Jawa Timur, dikremasi, Rabu (14/3). Sesuai dengan pesan terakhir mendiang Junania Merci, jasad diri dan keempat anaknya, Athena Latonia, Prinsessa Ladova, Hendrison, dan Gabrelia Al Cein, dikremasi di kawasan Junrejo, Batu, Jatim. Doa dan isak haru keluarga dan kerabat mengantar mereka ke peristirahatan terakhir.
Sementara, pihak keluarga membantah anggapan Junania bunuh diri karena bertengkar dengan suaminya, Hendrik Suwarno. Ibu mendiang Junania mengatakan, bukan tidak mungkin kejadian itu disebabkan soal ekonomi. Selain itu, almarhum juga tak sanggup lagi melihat penderitaan anak ketiganya Hendrison. Sejak usia setengah tahun, tubuh Hendrisson sering berubah membiru dan hidungnya mengeluarkan darah.
Bunuh diri masal ini memang terkesan telah direncanakan. Junania bahkan sempat membuat surat wasiat, memotret anaknya yang sedang sekarat, serta berkirim pesan melalui telepon genggam kepada suaminya [baca: Tragedi Bunuh Diri di Malang Masih Misteri].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Sementara, pihak keluarga membantah anggapan Junania bunuh diri karena bertengkar dengan suaminya, Hendrik Suwarno. Ibu mendiang Junania mengatakan, bukan tidak mungkin kejadian itu disebabkan soal ekonomi. Selain itu, almarhum juga tak sanggup lagi melihat penderitaan anak ketiganya Hendrison. Sejak usia setengah tahun, tubuh Hendrisson sering berubah membiru dan hidungnya mengeluarkan darah.
Bunuh diri masal ini memang terkesan telah direncanakan. Junania bahkan sempat membuat surat wasiat, memotret anaknya yang sedang sekarat, serta berkirim pesan melalui telepon genggam kepada suaminya [baca: Tragedi Bunuh Diri di Malang Masih Misteri].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)