Sejak tengah malam, warga menutup jalan dengan cara mendirikan tenda di tengah jalur keluar masuk kendaraan yang akan melakukan peninggian tanggul penghadang lumpur Lapindo. Akibatnya puluhan truk pengangkut pasir dan batu tidak bisa melintasi kawasan ini.
Sejumlah anggota TNI dari Batalyon Zeni Tempur V Brawijaya berusaha mendekati warga agar meminggirkan tenda. Namun, warga justru meminta agar semua truk dikeluarkan dari lokasi. Setelah semua truk keluar, warga kembali mendirikan tenda di posisi semula.
Advertisement
Menurut warga, penutupan itu dilakukan sebagai pemanasan sebelum melakukan aksi, Senin besok. Aksi itu rencananya didukung sejumlah anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dari beberapa cabang di sekitar Sidoarjo. Tapi, aksi ini bisa dibatalkan jika pemerintah dan perusahaan mau memperhatikan tuntutan warga.
Berbagai cara memang sudah dilakukan warga Perumtas Satu untuk menuntut hak seperti yang diterima warga dari empat desa lainnya. Namun keinginan ini tak pernah ditanggapi pemerintah pusat dan pihak perusahaan [baca: Warga Perumahan Tanggulangin Memblokade Jalan].(IAN/Eko Yudho Wibowo)