Liputan6.com, Jakarta: Hoobastank kembali menyapa para penggemarnya di Indonesia. Kali ini grup musik asal Amerika Serikat ini menggelar konser di Stadion Tennis Indoor Jakarta, 27 Januari silam. Dua tahun lalu grup yang beranggotakan Douglas Robb (vokal), Dan Estrin (gitar), Chris Hesse (drum), dan Josh Moreau (bas)--mengantikan Markku Lappalanein--ini juga pernah tampil di Jakarta.
Hoobastank yang telah mengeluarkan tiga album ini mengaku senang konser di Indonesia. Ditambah lagi di sini juga banyak Hobba Mania--sebutan penggemar Hoobastank. "Mereka seperti sudah mengenal kami karena memanggil nama-nama kami," kata Dan Estrin saat bincang-bincang dalam Dialog Pagi dengan reporter SCTV Muhammad Achir di Jakarta, Ahad (4/2).
Konser grup yang dimotori Robb dan Estrin ini dibuka dengan tembang lawas mereka Crawling in the Dark. Tembang ini langsung membangkitkan adrenalin para penonton yang datang dengan kaos oblong hitam dan celana tiga perempat yang seolah menjadi dress code mereka. Penonton semakin antusias saat Hoobastank membawakan hits terbaru Inside of You.
Kenyamanan para penonton sempat terusik karena di awal konser gitar yang dimainkan Estrin mengalami gangguan teknis. Namun demikian secara keseluruhan penonton mengaku puas. "Keren banget, cuma penontonnya saja yang kurang respon," ujar salah seorang pengunjung. Pun demikian menurut Aryo Wahab. "Gue suka banget," kata pemeran utama dalam film Biarkan Bintang Menari ini.
Di Indonesia, Hoobastank dikenal dengan hitsnya The Reason yang mengantarkan mereka pada tiga nominasi penghargaan tertinggi insan musik AS, Grammy Award 2003. Di antaranya untuk kategori lagu rock terbaik. Kini di album ketiga Every Man for Himself, Hoobastank mencoba meraih lebih banyak penggemar dengan hits andalan If I Were You dan Inside of You.
Hoobastank sendiri mulai terbentuk dari pertemanan Robb dan Estrin di bangku sekolah menengah atas. Namun tidak banyak yang dilakukan keduanya kecuali membahas tentang hobi mereka di dunia musik. Mereka baru mulai menulis dan menciptakan lagu setelah lulus sekolah. Robb dan Estrin juga mulai mencari personel baru untuk melengkapi band yang akan dibentuk.
Tidak berapa lama Robb dan Estrin merekrut Chris dan Markku. Setelah berbagai penghargaan serta prestasi diraih, Markku menyatakan mundur. Namun tak berapa lama kekosongan itu diisi oleh Josh. Pembetot bas ini cepat akrab serta membaur dengan personel lainnya. "Mereka sangat senang saya yang selalu di kelilingi cewek," kata Josh sambil tersenyum.
Pernyataan Josh diamini personel lainnya. "Kami menyukai Josh karena dia pria yang baik dan kami ingin dia lebih bergembira," kata Robb. Demikian juga menurut Chris. Kecocokan Josh sudah tampak sejak menjalani audisi. "Dia sebetulnya lulus dari saat tes dan membawakan beberapa lagu," ujar Chris sambil menambahkan, "Dia jauh lebih muda dari kami semua,".
Salah satu lagu band yang terbentuk 13 tahun silam ini, Did You, menjadi lagu tema dalam film Spiderman 2. Menurut Robb, tembang itu tidak sengaja dibuat untuk lagu pengiring film. Lagu itu sudah ditulis jauh sebelumnya, kendati tidak dimasukkan ke dalam album. "Kami simpan lagu-lagu itu untuk dimunculkan pada kesempatan lain," kata Robb sang vokalis.(JUM)
Hoobastank yang telah mengeluarkan tiga album ini mengaku senang konser di Indonesia. Ditambah lagi di sini juga banyak Hobba Mania--sebutan penggemar Hoobastank. "Mereka seperti sudah mengenal kami karena memanggil nama-nama kami," kata Dan Estrin saat bincang-bincang dalam Dialog Pagi dengan reporter SCTV Muhammad Achir di Jakarta, Ahad (4/2).
Konser grup yang dimotori Robb dan Estrin ini dibuka dengan tembang lawas mereka Crawling in the Dark. Tembang ini langsung membangkitkan adrenalin para penonton yang datang dengan kaos oblong hitam dan celana tiga perempat yang seolah menjadi dress code mereka. Penonton semakin antusias saat Hoobastank membawakan hits terbaru Inside of You.
Kenyamanan para penonton sempat terusik karena di awal konser gitar yang dimainkan Estrin mengalami gangguan teknis. Namun demikian secara keseluruhan penonton mengaku puas. "Keren banget, cuma penontonnya saja yang kurang respon," ujar salah seorang pengunjung. Pun demikian menurut Aryo Wahab. "Gue suka banget," kata pemeran utama dalam film Biarkan Bintang Menari ini.
Di Indonesia, Hoobastank dikenal dengan hitsnya The Reason yang mengantarkan mereka pada tiga nominasi penghargaan tertinggi insan musik AS, Grammy Award 2003. Di antaranya untuk kategori lagu rock terbaik. Kini di album ketiga Every Man for Himself, Hoobastank mencoba meraih lebih banyak penggemar dengan hits andalan If I Were You dan Inside of You.
Hoobastank sendiri mulai terbentuk dari pertemanan Robb dan Estrin di bangku sekolah menengah atas. Namun tidak banyak yang dilakukan keduanya kecuali membahas tentang hobi mereka di dunia musik. Mereka baru mulai menulis dan menciptakan lagu setelah lulus sekolah. Robb dan Estrin juga mulai mencari personel baru untuk melengkapi band yang akan dibentuk.
Tidak berapa lama Robb dan Estrin merekrut Chris dan Markku. Setelah berbagai penghargaan serta prestasi diraih, Markku menyatakan mundur. Namun tak berapa lama kekosongan itu diisi oleh Josh. Pembetot bas ini cepat akrab serta membaur dengan personel lainnya. "Mereka sangat senang saya yang selalu di kelilingi cewek," kata Josh sambil tersenyum.
Pernyataan Josh diamini personel lainnya. "Kami menyukai Josh karena dia pria yang baik dan kami ingin dia lebih bergembira," kata Robb. Demikian juga menurut Chris. Kecocokan Josh sudah tampak sejak menjalani audisi. "Dia sebetulnya lulus dari saat tes dan membawakan beberapa lagu," ujar Chris sambil menambahkan, "Dia jauh lebih muda dari kami semua,".
Salah satu lagu band yang terbentuk 13 tahun silam ini, Did You, menjadi lagu tema dalam film Spiderman 2. Menurut Robb, tembang itu tidak sengaja dibuat untuk lagu pengiring film. Lagu itu sudah ditulis jauh sebelumnya, kendati tidak dimasukkan ke dalam album. "Kami simpan lagu-lagu itu untuk dimunculkan pada kesempatan lain," kata Robb sang vokalis.(JUM)