Liputan6.com, Jakarta: Polri akan mengusut tuntas aksi pembakaran rumah Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional, Slawi, Tegal, Jawa Tengah Johan Firdaus, tiga hari silam. Polisi juga akan mengusut tuntas penganiayaan sejumlah wartawan ketika aksi itu berlangsung. Demikian ditegaskan Kepala Pusat Penerangan Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Polisi Didi Widayadi, di Jakarta, Jumat (25/5).
Peristiwa itu bermula dari rencana kedatangan Ketua Umum PAN Amien Rais yang akan melantik ketua DPD Tegal terpilih [baca: Amien Rais Ditolak, Enam Wartawan Dipukuli]. Mendengar kedatangan Amien, sekelompok massa kontan menempel dan menyebar sejumlah poster. Isinya, Amien dilarang masuk ke Slawi. Tak puas dengan menempel poster, massa menggelar unjuk rasa di tempat pelantikan berlangsung. Dalam aksi ini, massa sempat bentrok dengan simpatisan PAN dan berujung pada pembakaran dan penganiayaan wartawan.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN Jateng Munawar Soleh memastikan, pelaku perusakan rumah Johan adalah lawan politik PAN yang ingin berkuasa. Bahkan, besar dugaan seorang anggota DPRD Tegal terlibat dalam kasus tersebut. Untuk itu, Munawar mengaku, DPD PAN Jateng telah mengadukan kasus itu ke Kepolisian Daerah setempat.
Menanggapi peristiwa itu, Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa Jateng Abdul Kadir Karding berpendapat, ada upaya yang dilakukan kelompok tertentu untuk mengadu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Karena itu, ia meminta, semua pihak menyikapi kasus ini dengan jernih. Pendapat senada diungkapkan Pimpinan Wilayah NU Jateng Muhamad Adnan. Itu sebabnya, Muhamad mempersilahkan, polisi menyeret pelaku ke meja hijau.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)
Peristiwa itu bermula dari rencana kedatangan Ketua Umum PAN Amien Rais yang akan melantik ketua DPD Tegal terpilih [baca: Amien Rais Ditolak, Enam Wartawan Dipukuli]. Mendengar kedatangan Amien, sekelompok massa kontan menempel dan menyebar sejumlah poster. Isinya, Amien dilarang masuk ke Slawi. Tak puas dengan menempel poster, massa menggelar unjuk rasa di tempat pelantikan berlangsung. Dalam aksi ini, massa sempat bentrok dengan simpatisan PAN dan berujung pada pembakaran dan penganiayaan wartawan.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN Jateng Munawar Soleh memastikan, pelaku perusakan rumah Johan adalah lawan politik PAN yang ingin berkuasa. Bahkan, besar dugaan seorang anggota DPRD Tegal terlibat dalam kasus tersebut. Untuk itu, Munawar mengaku, DPD PAN Jateng telah mengadukan kasus itu ke Kepolisian Daerah setempat.
Menanggapi peristiwa itu, Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa Jateng Abdul Kadir Karding berpendapat, ada upaya yang dilakukan kelompok tertentu untuk mengadu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Karena itu, ia meminta, semua pihak menyikapi kasus ini dengan jernih. Pendapat senada diungkapkan Pimpinan Wilayah NU Jateng Muhamad Adnan. Itu sebabnya, Muhamad mempersilahkan, polisi menyeret pelaku ke meja hijau.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)