Liputan6.com, Banyumas: Sebanyak 123 orang luka-luka dalam kecelakaan Kereta Api Bengawan Solo jurusan Solo-Jakarta di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (16/1) dini hari. Beberapa di antara korban dalam kondisi kritis. Lima penumpang tewas saat satu dari 12 gerbong kereta lepas dan masuk kali [baca: Korban Tewas Kereta Bengawan Solo Lima Orang].
Seluruh korban kini sudah berada di rumah sakit dan proses evakuasi penumpang juga sudah dihentikan. Sebanyak 57 penumpang, beberapa di antaranya kritis, mendapat perawatan di Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sebagian penumpang dirawat di lorong rumah sakit karena ruangan terbatas. RS Islam Purwokerto merawat 30 penumpang. Penumpang lain menjalani pengobatan di RS Bunda dan RS Wijaya Kusuma.
Para penumpang mengaku merasakan keanehan sebelum kecelakaan. Antara lain, kereta tersendat-sendat dan bergoyang-goyang keras. "Jalannya mogok-mogok," kata seorang penumpang. Sebelum kereta terguling ke Kalibener, seorang penumpang berteriak karena melihat asap.
Kereta Api Bengawan Solo yang anjlok mengacaukan jadwal perjalanan kereta api di Stasiun Solo Balapan. Kereta Api Senja Utama dan beberapa kereta api lain dari Jakarta terlambat masuk stasiun. KA Argo Lawu telat hingga lima jam. Akibatnya penumpang dengan berbagai tujuan di Jawa Timur dan kota-kota di arah barat menumpuk.
Jadwal mengalami keterlambatan karena kereta api yang seharusnya melewati Jalur Selatan harus memutar melalui Jalur Utara. Jika tidak lewat rute ini, para penumpang meneruskan perjalanan dengan bus kemudian naik kereta api lain yang telah menunggu di Stasiun Purwokerto, yang paling dekat dengan lokasi anjlok kereta Bengawan Solo.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Seluruh korban kini sudah berada di rumah sakit dan proses evakuasi penumpang juga sudah dihentikan. Sebanyak 57 penumpang, beberapa di antaranya kritis, mendapat perawatan di Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sebagian penumpang dirawat di lorong rumah sakit karena ruangan terbatas. RS Islam Purwokerto merawat 30 penumpang. Penumpang lain menjalani pengobatan di RS Bunda dan RS Wijaya Kusuma.
Para penumpang mengaku merasakan keanehan sebelum kecelakaan. Antara lain, kereta tersendat-sendat dan bergoyang-goyang keras. "Jalannya mogok-mogok," kata seorang penumpang. Sebelum kereta terguling ke Kalibener, seorang penumpang berteriak karena melihat asap.
Kereta Api Bengawan Solo yang anjlok mengacaukan jadwal perjalanan kereta api di Stasiun Solo Balapan. Kereta Api Senja Utama dan beberapa kereta api lain dari Jakarta terlambat masuk stasiun. KA Argo Lawu telat hingga lima jam. Akibatnya penumpang dengan berbagai tujuan di Jawa Timur dan kota-kota di arah barat menumpuk.
Jadwal mengalami keterlambatan karena kereta api yang seharusnya melewati Jalur Selatan harus memutar melalui Jalur Utara. Jika tidak lewat rute ini, para penumpang meneruskan perjalanan dengan bus kemudian naik kereta api lain yang telah menunggu di Stasiun Purwokerto, yang paling dekat dengan lokasi anjlok kereta Bengawan Solo.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)