Penentangan Badawi itu dilontarkan di sela-sela penandatanganan KTT ASEAN. Salah satu poin yang mendapat cukup banyak sorotan adalah kesepakatan penanggulangan terorisme di Asia Tenggara. Kesepakatan itu merupakan yang pertama bagi perkumpulan ini dan mencakup kesepakatan ekstradisi dan proses hukum bagi tersangka teroris.
Kesepakatan penanggulangan teror lahir dari maraknya ancaman terhadap keselamatan warga sipil, pembangunan dan lingkungan hidup serta keamanan regional maupun internasional. Di Asia Tenggara, ancaman teror datang dari kelompok Jamaah Islamiyah dan Abu Sayyaf yang diduga terkait jaringan Al-Qaidah. Kesepakatan ini sekaligus menjadi puncak pembahasan upaya penanggulangan terorisme sejak wacana ini bergulir pascatragedi 11 September di Amerika Serikat [].
Advertisement
Malam sebelum penandatanganan, segenap pemimpin ASEAN menghadiri jamuan makan malam yang diwarnai unjuk rasa. Koalisi Filipina untuk Kebebasan Myanmar berdemonstrasi dengan meniru acara jamuan. Dalam orasinya, mereka mengecam kegagalan ASEAN menghentikan pemerintahan junta militer Myanmar dan menegakkan demokrasi di negeri itu. Kelompok ini juga mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil alih masalah ini.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)