Hizbullah Berunjuk Rasa Antipemerintah

Ratusan orang turut serta dalam unjuk rasa antipemerintah yang digalang Hizbullah bersama serikat buruh. Mereka menolak reformasi ekonomi yang dilakukan untuk menggaet bantuan luar negeri.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 Januari 2007, 02:30 WIB
Liputan6.com, Beirut: Krisis internal di Lebanon masih belum berakhir. Kelompok Hizbullah kembali menggelar demonstrasi antipemerintah di depan Kantor Kementerian Keuangan di Kota Beirut, Selasa (9/1). Ratusan orang turut serta dalam unjuk rasa yang digalang bersama serikat buruh ini. Aksi yang berlangsung relatif damai itu dikawal puluhan tentara.

Pekan silam, pemerintah Lebanon mengumumkan reformasi ekonomi untuk menggaet bantuan dari luar negeri. Namun reformasi yang menyertakan peningkatan pajak dan upaya privatisasi itu ditolak serikat buruh karena dinilai merugikan. Kelompok oposisi Lebanon yang dimotori Hizbullah mengatakan akan terus menggalang unjuk rasa hingga Fuad Siniora menyetujui tuntutan untuk membentuk pemerintahan nasional bersatu atau menggelar pemilihan umum lebih awal.

Aksi yang telah berlangsung selama 40 hari ini menunjukkan peningkatan kampanye anti-Perdana Menteri Lebanon Fuad Siniora. Sebagian pengunjuk rasa bahkan berkemah di depan Kantor Perdana Menteri sejak 1 Desember silam. Meski demikian, Siniora yang didukung Amerika Serikat dan Arab Saudi menolak tuntutan para pengunjuk rasa [baca: Dukungan Internasional untuk Pemerintahan Siniora Mengalir].(TOZ)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya