Ratusan Penumpang KM Senopati Diselamatkan

Dua penumpang KM Senopati Nusantara II tewas dan 125 penumpang lain ditemukan selamat. Bibit badai tropis di selatan perairan Jawa Timur berpotensi hujan lebat dan angin kencang.

oleh Liputan6Diterbitkan 31 Desember 2006, 14:19 WIB
Liputan6.com, Rembang: Meski cuaca buruk menyelimuti Perairan Mandalika pencarian korban Kapal Motor Senopati Nusantara tetap dilanjutkan, Ahad (31/12). Seperti diberitakan sebelumnya KM Senopati Nusantara tenggelam di Perairan Mandalika, Jepara, Jawa Tengah, Jumat silam. Kapal ini mengangkut 628 orang dengan perincian 545 penumpang dan sisanya awak kapal .

Sejauh ini dua penumpang ditemukan sudah tak bernyawa. Tim penyelamat juga menemukan 125 korban selamat. Sebanyak 21 korban ditemukan awak Kapal Maju Prima kemarin sekitar pukul 21.00 WIB. Para korban dibawa ke Pelabuhan Dermaga II Rembang. Sementara 17 penumpang yang juga selamat dibawa ke pelabuhan swasta di kawasan Jenu, Tuban, Jawa Timur .

Korban rata-rata ditemukan dalam keadaan lemah. Dua korban yang dibawa ke Jenun menderita luka parah seperti patah tulang akibat terkena hempasan ombak besar. Ada juga penumpang menderita trauma karena berjam-jam terkatung-katung di tengah laut. Namun seluruh korban menggunakan pelampung. Mereka hingga kini dirawat di Rumah Sakit Dokter Kusma, Tuban.

Regu penolong saat ini diliputi kekhawatiran tidak akan lagi menemukan korban yang selamat. Kendati Kapal Senopati menyediakan 1.025 jaket pelampung dan dua sekoci, diperkirakan para penumpang tidak sempat memakai peralatan itu karena kapal tenggelam mendadak. Tim penolong memperkirakan posisi korban akan bergesar ke perairan Jawa Timur mengikuti pola arus angin.

Di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, keluarga penumpang KM Senopati masih menunggu kabar terakhir tentang nasib kerabat mereka. Raut kecemasan tercermin pada wajah mereka. Pasangan suami istri Taka menangis histeris saat melihat anggota keluarga mereka tidak tertera dalam daftar korban. Sedangkan Naniek yang menanti kabar Siswanto, suaminya, di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rembang terlihat lebih sabar. Naniek dan Fredi, putranya berharap Siswanto selamat.

KM Senopati Nusantara II berangkat dari Pelabuhan Teluk Kumai, Kalimantan Tengah, pada 28 Desember silam. Menurut penumpang, kapal terombang-ambing kencang karena siang malam terus dihantam ombak besar. Syahbandar Kalteng kehilangan kontak dengan Administrator Pelabuhan Tanjung Emas sekitar pukul 23.07 WIB. Setelah kehilangan kontak, semua sistem kapal tak berfungsi. Mesin juga mati dan kapal mulai tenggelam. "Jam sepuluh sampai sebelas malam, air langsung masuk," kata Fatkul, penumpang selamat.

Sesudah KM Senopati dikabarkan tenggelam, kegiatan pelayaran di Pelabuhan Tanjung Emas dihentikan. Akibatnya terjadi penumpukan penumpang. Meski saat ini kondisi cuaca masih buruk, kegiatan Pelabuhan Tanjung Emas sudah dibuka. Sementara Direktur Kesatuan Patroli Laut dan Pantai Departemen Perhubungan menyebutkan, kapal tenggelam karena faktor alam. KM Senopati sendiri dilaporkan masih layak operasi. Kapasitas kapal memuat 1.250 penumpang yang terbagi dalam kelas ekonomi sampai very important person. Kapal yang melayani rute Semarang-Kumai satu kali dalam seminggu ini cukup diminati.

Untuk mengantisipasi dampak dari cuaca buruk dan kecelakaan, pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada jika hendak melakukan perjalanan. Masyarakat diminta mematuhi peraturan yang berlaku. Badan Meteorologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini tentang bibit badai tropis di selatan perairan Jawa Timur, sehingga menyebabkan sejumlah daerah berpotensi hujan lebat dan angin kencang. Daerah tersebut adalah Sumatra Selatan, Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Kalimantan Timur bagian selatan, dan Sulawesi Selatan. Sebagian besar wilayah Indonesia hingga malam nanti juga berpotensi diguyur hujan dengan intensitas berbeda.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya