Kepala Pengendali PT Jasa Marga Widarto mengatakan, kini sudah dilakukan rekayasa atau pengalihan arus, baik dari Surabaya menuju Malang ataupun sebaliknya. Meski demikian, kemacetan tidak dapat dihindari karena Jalan Raya Porong adalah akses utama menuju Malang dan Pasuruan.
Rencananya tahun depan pemerintah pun akan segera merelokasi jalur kereta api Porong-Surabaya yang juga terancam rendaman lumpur. Menteri Perhubungan Hatta Rajasa menegaskan relokasi tak dapat ditunda. Sebab penutupan Tol Porong-Gempol telah menghambat transportasi penumpang dan barang. Dia berharap percepatan pembangunan rel dapat mengurangi melonjaknya ongkos transportasi darat di kawasan Sidoarjo. Saat ini ongkos transportasi darat telah bergerak naik antara 30 hingga 40 persen.
Advertisement
Hatta mengatakan pihaknya telah meminta Lapindo secepatnya mencairkan alokasi anggaran relokasi rel senilai Rp 300 miliar. Meski diakui percepatan relokasi rel memang masih terhalang pendanaan dan dalam perdebatan di lembaga legislatif. Menurut Hatta, ancaman luberan lumpur meningkat di sepanjang jalur Sidoarjo-Surabaya.
Sementara itu, di Kedung Bendo, akibat tanggul jebol, kawasan yang tergenang lumpur juga semakin luas. Luberan juga mulai mengancam Desa Kali Tengah dan Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin [baca: Tanggul Jebol Belum Diperbaiki].(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)