Suster Meidy dan Sopir Ferry Tertangkap

Suster Meidy dan sopir Ferry Surya Prakasa, teman dekat Alda Risma Elfariani ditangkap di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, semalam. Meidy diduga berperan besar dalam kasus kematian Alda.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Desember 2006, 12:05 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Polisi dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap suster Maria Tumulata Medya atau Meidy dan sopir Ferry Surya Prakasa di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu (16/12) malam. Tertangkapnya Meidy dan supir Ferry diharapkan bisa mengungkap misteri meninggalnya biduan Alda Risma Elfariani, Selasa silam. Sedangkan Ferry Surya Prakasa hingga kini masih buron.

Polisi memburu Meidy karena dalam rekaman kamera di Hotel Grand Menteng, Jakarta Timur, ia terlihat bersama Alda sebelum penyanyi berusia 24 tahun ini meninggal. Namun sejumlah sumber di kepolisian menyebutkan Meidy tidak hadir saat Alda menghembuskan napas terakhir di hotel itu. Diduga pula wanita yang terekam di kamera pengawas hotel bukanlah Meidy. Hingga kini identitas wanita tersebut masih dalam penelusuran polisi. Dalam kamera terlihat pula seorang pria yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Sementara Ferry masuk daftar buruan karena dia yang menyewa kamar 432 dibuktikan dari kwitansi atas nama dirinya.

Sejauh ini, penyebab kematian Alda hampir dipastikan tewas akibat overdosis narkotika dan obat-obatan berbahaya. Diduga Meidy yang menyuntikan zat yang mengandung zat psikotropika amphetamine  ke tubuh Alda . Pasalnya Ferry disebut-sebut tak bisa menggunakan jarum suntik. "Suster Meidy bekerja di klinik kecantikan, mungkin kaitannya dengan alat-alat suntik itu. Karena saudara Ferry menurut informasi, tidak bisa nyuntik," kata Komisaris Besar Polisi Siswandi, Kepala Sub Bidang Psikotropika BNN. Namun tidak menutup kemungkinan Alda meninggal karena malpraktik.

Hebohnya kasus kematian Alda membuat fenomena baru di dunia media massa. Kesimpangsiuran kasus ini mendorong sebagian peliput infotainment mengaitkan kematian Alda dengan sesuatu yang berbau klenik. Media hiburan banyak meliput orang-orang yang mendadak mengetahui misteri kematian Alda. Bahkan sebagian orang lagi merasa kesurupan dan dirasuki hantu penyanyi bertubuh molek itu. Kesimpulan dari mereka senada: Alda mati dengan cara tidak wajar alias dibunuh. Bahkan sebuah tayangan infotainment menyatakan sempat melihat hantu Alda di kamar hotel.

Gejala tersebut akhirnya menimbulkan pertanyaan, mengapa tewasnya Alda memiliki magnet kuat untuk membius tak hanya kalangan media massa, bahkan masyarakat yang notabene pemerhati media. Bukankah seharusnya yang menjadi fokus utama adalah soal penegakan hukum, termasuk soal sindikat narkoba yang diduga berada di balik kasus tewasnya Alda. Boleh jadi, keadaan ini juga efek dari tertutupnya polisi atas informasi kematian Alda.(KEN/Tim Liputan Buser SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya