Pembantu Mudik, Keluarga Berduit Tinggal di Hotel

Ditinggal pembantu pulang kampung menjadi alasan utama bagi keluarga mampu untuk tinggal di hotel selama libur Lebaran. Kondisi ini menyebabkan tingkat hunian hotel meningkat 20 persen dibanding hari biasa.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Oktober 2006, 18:43 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Bagi sebagian orang, ditinggal mudik pembantu mungkin menjadi kerepotan tersendiri saban tahunnya. Untuk mengakali hal ini, mereka yang memiliki uang berlebih memilih tinggal di hotel selama liburan Lebaran.

Keluarga Maya Gita, misalnya, memutuskan menginap di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, sejak Kamis (26/10) ini. Pembantu yang pulang kampung menjadi alasan utama ia memilih tinggal di hotel yang dulunya bernama Jakarta Hilton International Hotel itu. Bahkan guna menghindari kerepotan segala urusan rumah tangga, sanak saudara yang akan datang dari luar Jakarta juga akan menginap di hotel yang sama.

Peningkatan jumlah tamu hotel dari kalangan keluarga lokal diakui manajemen Hotel Sultan. Yakni sekitar 20 persen dibanding hari biasa. Menurut Emeraldo Parengkuan, Direktur Hubungan Masyarakat Hotel Sultan, gaya hidup warga ibu kota yang bergantung pada pembantu menyebabkan mereka mencari alternatif hunian sementara. Tentunya yang lebih praktis serta nyaman. Apalagi pihak hotel menawarkan paket libur Idulfitri mulai harga Rp 400 ribu per malam. Ini jelas lebih murah dibandingkan tarif normal. Diperkirakan, kenaikan tingkat hunian hotel oleh keluarga akan terus terjadi hingga berakhirnya masa libur Idulfitri pada akhir pekan ini.(BOG/Aryo Adi Prabowo dan Frets Ferdinand)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya