Usai terjadi bentrokan kedua pada siang tadi, suasana Kota Poso belum normal hingga malam ini. Ratusan personel Brigade Mobil dari Kepolisian Daerah Sulteng tampak dikerahkan di sejumlah titik rawan di pusat Kota Poso. Sejauh ini, polisi masih memeriksa lima warga sebagai saksi dan telah menahan dua warga lainnya yang tertangkap tangan membawa senjata tajam dalam insiden tersebut [baca: Warga Poso Bentrok Lagi dengan Polisi].
Terkait kasus bentrokan di Poso ini, Kapolri Jenderal Sutanto mengatakan tembakan pertama di lokasi kerusuhan bukan datang dari personel polisi. Sebab keberadaan polisi saat kejadian hanya untuk mengamankan lokasi. Namun begitu, Mabes Polri hingga kini masih menyelidik peluru yang menewaskan Syaifuddin.
Advertisement
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta Polri segera menangkap pelaku penembakan. Din menduga penembakan menjelang Idulfitri ini adalah bentuk adu domba antarumat beragama.(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)