Korban Penembakan di Poso Masih Dirawat

Dua korban bentrokan antara warga dengan polisi di Poso, Sulteng, hingga kini masih dirawat intensif di RSUD Poso. Usai bentrokan kedua siang tadi, suasana Kota Poso masih belum normal hingga malam ini.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Oktober 2006, 01:17 WIB
Liputan6.com, Poso: Galih Pamungkas, 3 tahun dan Mislan Kader, 23 tahun, dua korban bentrokan antara warga dan polisi di Poso, Sulawesi Tengah, Senin (23/10) siang, hingga kini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Poso. Kedua korban ini menderita luka tembak saat mengantar jenazah Syaifuddin, korban tewas bentrokan pertama pada Ahad malam. Saat kejadian, Mislan mengatakan dirinya sempat mendengar suara tembakan beruntun sebelum tertembak lengannya. Dia mengaku sempat kabur usai terkena tembakan.

Usai terjadi bentrokan kedua pada siang tadi, suasana Kota Poso belum normal hingga malam ini. Ratusan personel Brigade Mobil dari Kepolisian Daerah Sulteng tampak dikerahkan di sejumlah titik rawan di pusat Kota Poso. Sejauh ini, polisi masih memeriksa lima warga sebagai saksi dan telah menahan dua warga lainnya yang tertangkap tangan membawa senjata tajam dalam insiden tersebut [baca: Warga Poso Bentrok Lagi dengan Polisi].

Terkait kasus bentrokan di Poso ini, Kapolri Jenderal Sutanto mengatakan tembakan pertama di lokasi kerusuhan bukan datang dari personel polisi. Sebab keberadaan polisi saat kejadian hanya untuk mengamankan lokasi. Namun begitu, Mabes Polri hingga kini masih menyelidik peluru yang menewaskan Syaifuddin.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta Polri segera menangkap pelaku penembakan. Din menduga penembakan menjelang Idulfitri ini adalah bentuk adu domba antarumat beragama.(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya