Liputan6.com, Jakarta: Menyampaikan pesan berupa karya seni, bisa dengan berbagai cara. Misalnya, menampilkan sebuah karya seni yang bisa memancing perhatian untuk karya seni lainnya. Ide itu ditampilkan oleh seniman Entang Wiharso, baru-baru ini. Entang mementaskan teater pada pembukaan pameran instalasi yang bertajuk Kulahirkan Untuk Tak Menjadi Bebek di Jakarta.
Dalam pementasan teater itu, Entang mengambil baju batik yang diidentikkan dengan ari-ari bayi. Ia lalu meletakkannya di dalam kuali sebagai simbol sebuah penguburan. Seiring dengan itu, terdengar lantunan doa yang mengibaratkan ari-ari tersebut telah terkubur dengan baik. Klimaksnya, ternyata figur ibu yang mengandung ari-ari tersebut kemudian melahirkan telur-telur bebek. Ironis.
Seirama dengan itu, pameran seni instalasi juga berupaya mengekspresikan figur ibu-ibu yang memiliki rongga pada perutnya. Rongga tersebut juga berisikan ari-ari yang identik dengan saudara kembar bayi dalam kepercayaan masyarakat Jawa. Penggambaran seperti itu menyimbolkan suatu pengharapan agar bayi yang dikandung dalam perut si ibu tak lahir menjadi bebek.(ANS/Eva Yunizar dan Dwi Guntoro)
Dalam pementasan teater itu, Entang mengambil baju batik yang diidentikkan dengan ari-ari bayi. Ia lalu meletakkannya di dalam kuali sebagai simbol sebuah penguburan. Seiring dengan itu, terdengar lantunan doa yang mengibaratkan ari-ari tersebut telah terkubur dengan baik. Klimaksnya, ternyata figur ibu yang mengandung ari-ari tersebut kemudian melahirkan telur-telur bebek. Ironis.
Seirama dengan itu, pameran seni instalasi juga berupaya mengekspresikan figur ibu-ibu yang memiliki rongga pada perutnya. Rongga tersebut juga berisikan ari-ari yang identik dengan saudara kembar bayi dalam kepercayaan masyarakat Jawa. Penggambaran seperti itu menyimbolkan suatu pengharapan agar bayi yang dikandung dalam perut si ibu tak lahir menjadi bebek.(ANS/Eva Yunizar dan Dwi Guntoro)