Album Kasidah Inul Daratista

Ramadan kali ini Inul Daratista mengeluarkan album religi berisi lagu-lagu Islam dipadu sedikit musik menghentak. Inul mengaku mendapat dukungan Gus Dur untuk menyelesaikan album tersebut.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Oktober 2006, 09:14 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Inul Daratista mengeluarkan album bernuansa religius. Pedangdut yang dikenal lewat goyang ngebor itu memilih jenis kasidah yang dipadu dengan warna musik Timur Tengah. Lirik lagu sebagian besar berbahasa Arab. Namun sebagian di antara lagu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Inul beralasan agar orang tidak jenuh mendengar suaranya. Kepada reporter Mochamad Achir dalam Dialog Liputan 6 Pagi, Ahad (8/10), Inul berkesempatan menceritakan sekelumit proses pembuatan album religiusnya.

Pemilik nama Ainur Rokhimah ini mengaku sebagai seorang muslim sudah lama berkeinginan membuat album bernuansa islami. Tekad dia semakin kuat setelah mendapat wejangan dari Abdurrahman Wahid alias Gus Dur saat mereka bertemu satu bulan sebelum Ramadan. "Bagaimana kalau Mbak Inul ngeluarin album religi, bagus loh," kata Inul, mengutip saran Gus Dur.

Agar waktu Ramadan bisa dipasarkan, Inul dan kru harus bekerja ekstra keras. Bahkan album yang berisi 10 lagu digarap Inul dalam tempo sehari. Kendati begitu, Inul menjamin seluruh lagu dibuat secara serius. "Sembilan lagu, materinya baru," kata Inul. Belakangan usai pengerjaan album selesai, istri Adam Suseno ini mengaku rahangnya sakit.

Namun dalam album baru Inul jangan harap melihat ia bergoyang ngebor. "Harus tahu aturan main," kata wanita yang terlihat langsing itu. Walau menggunakan jilbab, menurut Inul, albumnya cukup laku di pasaran. Bekerja di kala Ramadan, lanjut Inul, sangat menyita waktu sehingga ia mengaku harus mencari masa untuk membaca Alquran yang kerap dikerjakan selama Bulan Suci. "Sekarang lagi berusaha banget, meski kerjaan banyak," ungkap dia. Untuk itulah Inul mengaku sering membaca Alquran kecil saat di perjalanan.

Inul sadar betul kehadiran album religinya bakal mengundang komentar beragam, misalnya disebut aji mumpung atau kurang paham melafalkan lagu. Akan tetapi, Inul menganggap penilaian tadi sebagai kritik membangun. "Legowo saja," kata wanita yang gencar menentang Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi itu.(DNP)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya